Kangaroo Bond Indonesia Disebut Mendapat Minat Tinggi dari Pasar

7 Agustus 2025 17:44 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kangaroo Bond Indonesia Disebut Mendapat Minat Tinggi dari Pasar
Kangaroo Bond yang akan diterbitkan pemerintah Indonesia disebut diminati oleh pasar capai AUD 8 miliar.
kumparanBISNIS
Kementerian Keuangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kementerian Keuangan. Foto: Shutterstock
Penerbitan Kangaroo Bond Indonesia disebut mendapat minat yang tinggi dari pasar. Obligasi berdenominasi dolar Australia (AUD) tersebut menjadi langkah Indonesia dalam rangka diversifikasi sumber pendanaan.
Dikutip dari Bloomberg pada Kamis (7/8), permintaan pasar yang tinggi terhadap Kangaroo Bond tersebut disebut mencapai AUD 8 miliar untuk obligasi dengan tenor lima tahun dan tenor sepuluh tahun.
β€œSepertinya minat pasar sangat besar. Semoga ini menjadi awal dari pembangunan kurva imbal hasil yang bisa memberikan variasi lebih banyak dalam pasar obligasi sovereign dan SSA di Australia,” kata analis strategi sovereign Asia di Robeco, Philip McNicholas.
Harga Kangaroo Bond yang diterbitkan Indonesia juga diperkirakan akan ditetapkan pada hari ini, Kamis (7/8). Bloomberg juga menyebut berdasarkan sumber yang tak mau disebutkan identitasnya, nilai transaksi obligasi tersebut kemungkinan akan dibatasi sampai AUD 800 juta.
Penerbitan ini menjadi juga dinilai menjadi langkah yang cukup langka bagi pemerintah asing di pasar obligasi lokal Australia. Saat ini, pasar obligasi lokal Australia bagi penerbit asing memang tengah berkembang pesat. Hal tersebut ditandai dengan masuknya dana besar dari investor Asia.
Menurut kepala strategi pasar keuangan di Westpac Banking Corp, Martin Whetton, tren penerbitan obligasi oleh negara-negara Asia ini bisa disebabkan karena adanya keinginan negara-negara Asia untuk menambah cadangan devisa dalam mata uang dolar Australia.
"Motivasi bagi negara seperti Indonesia adalah karena denominasi dolar Australia menarik minat investor obligasi pasar berkembang. Apalagi di saat banyak mata uang negara Asia menghadapi risiko tarif," kata Whetton.
Sementara itu, menurut Whetton A Australia dan mata uangnya AUD relatif lebih stabil. Dengan begitu, membeli obligasi negara berkembang seperti Indonesia tapi dalam mata uang negara maju menjadi lebih menarik.
Adapun pada Mei lalu, Indonesia juga telah menerbitkan Samurai Bond dalam mata uang yen Jepang senilai 103,2 miliar yen. Selain itu, Indonesia juga berencana menerbitkan Dim Sum Bond dalam mata uang yuan China pada akhir tahun ini.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Juli lalu mengatakan proses penjajakan dengan investor sedang berlangsung di Australia, dengan keputusan final akan ditentukan usai evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar.
β€œJadi pertanyaan mengenai Kangaroo Bond maupun Dim Sum bond. Saat ini, kami sedang melakukan persiapan penerbitan Kangaroo Bond dengan tim yang sekarang sedang melakukan pertemuan dengan investor update, investor meeting di Australia,” ujar Sri Mulyani dalam dalam konferensi KSSK, Senin (28/7).
Konferensi Pers KSSK di Kantor LPS, Senin (28/7/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Dia menegaskan, langkah ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat Kangaroo Bond merupakan instrumen baru bagi Indonesia. Sejumlah faktor, termasuk masukan dari calon investor dan dinamika pasar global, menjadi bahan pertimbangan utama sebelum keputusan penerbitan diambil.
Tak hanya sebagai upaya diversifikasi pembiayaan, penerbitan ini juga mencerminkan penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Sri Mulyani menyebut hal ini sejalan dengan hasil pertemuan bilateralnya bersama Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, di sela-sela forum G20 di Durban, Afrika Selatan.
Trending Now