Kemenhub Tunggu Skema dari Kemenkeu Sebelum Bayar Utang Proyek LRT Jabodebek
1 Oktober 2025 12:26 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kemenhub Tunggu Skema dari Kemenkeu Sebelum Bayar Utang Proyek LRT Jabodebek
Kemenhub menjelaskan pembayaran utang proyek LRT Jabodebek itu akan diverifikasi dulu.kumparanBISNIS

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait pembayaran sisa utang Rp 2,2 triliun kepada PT Adhi Karya (ADHI) terkait pembangunan proyek LRT Jabodebek.
Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Allan Tandiono, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya bersama PT KAI (Persero) masih menunggu skema pembayaran yang akan ditetapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
βJadi Kementerian Perhubungan maupun KAI saat ini menunggu ya dari Kementerian Keuangan terkait skema pembayarannya seperti apa,β kata Allan dalam media briefing di Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (30/9).
Allan menegaskan sebelum pelunasan utang itu dilakukan akan ada proses verifikasi terlebih dahulu. Ia menekankan hal itu penting agar jumlah utang yang dibayarkan benar-benar sesuai.
βDan nantinya juga perlu diverifikasi terkait pembayaran (utang) yang akan dilakukan,β tutur Allan.
Sebelumnya, ADHI menyebut masih memiliki piutang senilai Rp 2,2 triliun dari proyek LRT Jabodebek yang pembayarannya ditargetkan selesai pada akhir 2025. Tagihan tersebut merupakan kewajiban pemerintah yang akan disalurkan melalui KAI kepada ADHI selalu kontraktor.
Direktur Keuangan ADHI, Bani Iqbal, mengungkapkan piutang terbesar perusahaan saat ini memang berasal dari proyek LRT Jabodebek.
βDi sisi piutang di mana piutang-piutang yang ada ini pada saat ini terbesar itu adalah piutang dari LRT yang sampai saat ini masih dalam proses diskusi dengan KAI, Kemenkeu, dan juga Danantara untuk penyelesaiannya yang akan dilaksanakan lebih kurang secepat-cepatnya akhir tahun ini,β ujar Bani dalam publik ekspose secara daring, Senin (8/9).
Bani mengatakan dukungan pendanaan untuk menjaga likuiditas saat ini juga datang dari salah satu Bank Himbara. Sehingga aktivitas operasional perusahaan tetap aman. Sampai saat ini, ADHI sudah menerima pembayaran Rp 23,3 triliun dari total kontrak proyek LRT Jabodebek senilai Rp 25,5 triliun.
