Kementan: Laboratorium Pengujian Mutu Beras RI Belum Merata

24 September 2025 15:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementan: Laboratorium Pengujian Mutu Beras RI Belum Merata
BRMP Kementan menyebut penyebaran laboratorium pengujian beras belum merata di seluruh Indonesia.
kumparanBISNIS
Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju. Foto: Dok. Istimewa
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui masih terdapat laboratorium pengujian mutu beras yang belum tersebar secara merata di Tanah Air.
Kepala Balai Besar BRMP Kementan, Zainal Abidin, menyatakan bahwa perangkat pengujian dan sertifikasi laboratorium di beberapa wilayah, termasuk sebaran BRMP, masih menghadapi tantangan karena penyebarannya belum merata di seluruh wilayah pengujian dan perusahaan.
β€œPenyebarannya (laboratorium pengujian beras) belum merata di seluruh wilayah pengujian dan perusahaan. Ini menjadi tantangan yang ada di depan,” kata Zainal dalam FGD yang diadakan di Kantor BRMP Kementan, Jakarta, Rabu (24/9).
Zainal menambahkan bahwa sebagian laboratorium pengujian mutu beras memang telah mencakup beberapa wilayah. Namun, akibat persebaran laboratorium yang belum merata, Zainal menyatakan tengah meningkatkan kapasitas penelitian di Karawang, Jawa Barat, sebagai pusatnya dengan menyiapkan satelit-satelit laboratorium di beberapa provinsi.
β€œ(Satelit-satelit) itu bisa memeriksa, mensertifikasi, memberikan pengujian dan pelayanan bagi masyarakat di seluruh wilayah,” tutur Zainal.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Hukum dan Hubungan Masyarakat BSN, Singgih Harjanto, dalam FGD di Kantor BRMP Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Lebih lanjut, Zainal memaparkan bahwa sebagian laboratorium BRMP masih membutuhkan peningkatan dalam hal peralatan. Menurutnya, kompetensi personel dan validasi metodologi juga dianggap perlu terus diperkuat.
β€œBegitu kita sudah punya standar (laboratorium), maka pasar akan terbuka dan tentunya dalam mana aspek inisiasi akan bergantung baik pada pelaku usaha (beras), tentunya juga bagi konsumen kita,” sebut Zainal.
Adapun dalam paparan Zainal, saat ini sudah ada Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) beras, tetapi jumlahnya masih terbatas dan belum semua produsen memahami proses sertifikasi serta manfaatnya terhadap daya saing produk.
Selain itu, telah tersedia penyelenggara uji profisiensi dengan ruang lingkup pengujian mutu beras yang terakreditasi sesuai standar SNI ISO/IEC 17043:2023.
Zainal mencatat lebih dari 20 laboratorium mutu beras, baik milik pemerintah maupun swasta, telah beroperasi di berbagai daerah, mulai dari BRMP Kementan hingga laboratorium swasta seperti PT Mutu Agung Lestari.
Trending Now