Kementan Minta Maaf soal Bantuan Beras untuk Korban Bencana: Nilainya Rp 16 M

8 Desember 2025 15:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementan Minta Maaf soal Bantuan Beras untuk Korban Bencana: Nilainya Rp 16 M
Kementan buka suara soal ramai bantuan beras yang dikritik netizen di media sosial. Begini penjelasannya.
kumparanBISNIS
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Wicaksono: Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Wicaksono: Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi ramainya perhatian publik terkait data bantuan yang beredar untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada warganet yang turut mengawasi dan memberikan masukan terkait transparansi data.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan permintaan maaf atas data yang menjadi perbincangan publik ini. Bagi Kementan, pengawasan publik sangat membantu memastikan akuntabilitas setiap bantuan.
โ€œKami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang ikut mengawasi, dan kami sampaikan saat ini bantuan beras pemerintah sudah mencapai 1.200 ton senilai Rp 16 miliar ,โ€ ujarnya, Senin (8/12).
Arief menjelaskan foto data awal bantuan yang beredar senilai Rp 1,3 miliar tidak mencantumkan satuan volume secara lengkap. Volume 21.874 yang tertulis adalah jumlah paket beras, dengan masing-masing paket berisi 5 kilogram, bukan per kilogram. Ia menegaskan hal ini telah diperbaiki untuk menghindari kesalahpahaman informasi.
Gedung C Kementerian Pertanian. Foto: Dok. Kementan
Selain itu, Kementan juga tidak membeli barang-barang bantuan tersebut menggunakan anggaran, melainkan menerima langsung bantuan dalam bentuk barang dari mitra dan pihak yang ingin berkontribusi. Kementan kemudian menyalurkan bantuan tersebut ke wilayah terdampak.
Besarnya nilai dan volume bantuan, kata dia, menjadi pengingat pentingnya pengawasan internal yang kuat. Karena itu, Kementan memperkuat peran Inspektorat Jenderal dalam setiap proses pengelolaan dan distribusi bantuan, agar seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diaudit.
Kementan menegaskan komitmen menjaga akurasi data, transparansi, dan memastikan bantuan tersampaikan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
โ€œKami terbuka terhadap kritik dan koreksi. Setiap sen uang donasi akan dipertanggungjawabkan dan diaudit . Yang terpenting kini adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di lapangan,โ€ tutup Arief.
Trending Now