Kementan Siapkan Rp 1,31 Triliun untuk Perluasan Lahan Kopi hingga 2026
2 Desember 2025 13:11 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kementan Siapkan Rp 1,31 Triliun untuk Perluasan Lahan Kopi hingga 2026
Kementan anggarkan Rp 1,31 triliun untuk perluasan lahan kopi seluas 99.500 hektare hingga 2026. Program ini tersebar di Sumatera hingga Papua.kumparanBISNIS

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan perluasan lahan kopi untuk meningkatkan produktivitas nasional hingga tahun 2026. Nantinya, luas lahan kopi ditargetkan mencapai sekitar 99.500 hektare (ha) pada 2026.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menuturkan pengembangan tersebut merupakan bagian dari target 2025β2026 yang menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp 1,315 triliun.
βIni (ABT) Rp 1,315 triliun. Tahun 2025 sudah kita gunakan Rp 289 miliar, dan tahun 2026 nanti Rp 1,025 triliun. Targetnya 99.500 hektare untuk 2025β2026,β kata dia dalam MoU Program TEKAD Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Starbucks Coffee Company di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan pengembangan tersebut juga dibarengi dengan edukasi untuk mendukung ekstensifikasi lahan.
Abdul menambahkan bahwa saat ini Kementan telah melakukan pemetaan lahan untuk pengembangan industri hilir kopi 2025β2026 yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Di kawasan tersebut nantinya akan dibangun lahan tanam yang terintegrasi dengan pabrik.
βAlmost Indonesian province, ya. Nanti di situ ada field, plantation, and factory,β ujarnya.
Secara rinci, sebaran lahan di Sumatra meliputi di Aceh 20.400 hektare, Sumatra Utara 14.210 hektare, Sumatra Barat 5.600 hektare, Bengkulu 1.000 hektare, Lampung 2.500 hektare, Jambi 2.200 hektare, dan Sumatra Selatan 2.400 hektare.
Sementara di Jawa tersebar di Jawa Tengah 3.350 hektare, Jawa Barat 8.545 hektare, dan Jawa Timur 7.300 hektare. Selain itu terdapat pula lahan di Bali 1.500 hektare, NTB 4.900 hektare, dan NTT 6.955 hektare.
Di Sulawesi, lahan tersebar di Sulawesi Barat 1.200 hektare, Sulawesi Tengah 1.000 hektare, dan Sulawesi Selatan 10.050 hektare. Sementara di Papua terdapat lahan di Papua Pegunungan 2.000 hektare dan Papua Tengah 2.600 hektare.
