Kementerian ESDM Catat 47 PLTU Sudah Gunakan Campuran Biomassa

13 November 2025 18:28 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementerian ESDM Catat 47 PLTU Sudah Gunakan Campuran Biomassa
47 PLTU di Indonesia telah memakai campuran biomassa untuk co-firing, menghasilkan listrik ramah lingkungan dan menekan emisi karbon, data ESDM Oktober 2025.
kumparanBISNIS
Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM, Tri Winarno ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (10/11/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM, Tri Winarno ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (10/11/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia sudah mulai memanfaatkan campuran biomassa dalam proses pembakaran batu bara sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan program co-firing biomassa di PLTU merupakan cara pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dari sektor energi.
"Langkah ini menunjukkan kemajuan yang signifikan di mana pada tahun 2020 hanya 6 pembangkit yang melakukan profiling, pada saat ini, sampai di tahun Oktober 2025, jumlah melonjak menjadi 47 pembangkit," ujar Tri Winarno, saat rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (13/11).
Hingga Oktober 2025, kata Tri, volume biomassa yang telah digunakan melalui skema co-firing mencapai 1,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, dihasilkan produksi listrik sebesar 1,78 juta megawatt hour (MWh).
Sementara itu, produksi listrik dari batubara pada unit PLTU yang sama mencapai 193 juta MWh.
"Dengan demikian, rasio pemanfaatan biomassa terhadap batubara pada PLTU yang telah menerapkan profiling mencapai 3,36%," jelas Tri.
Trending Now