Kementerian PU Buka Suara soal Waktu Tempuh Tol Jakarta-Cikampek II Selatan
10 November 2025 13:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kementerian PU Buka Suara soal Waktu Tempuh Tol Jakarta-Cikampek II Selatan
Kementerian PU mengatakan, waktu tempuh 45 menit hanya untuk keseluruhan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan saja. kumparanBISNIS

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) memberi penjelasan terkait waktu tempuh Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang sempat diklaim akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi 45 menit. Menurut dia, waktu 45 menit merupakan waktu tempuh keseluruhan Tol Japek II Selatan saja.
Sebelumnya Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik, menjelaskan proyek tersebut jika sudah tersambung semua, akan dapat memangkas waktu tempuh Jakarta ke Bandung dari sekitar dua jam lebih menjadi hanya 45 menit.
Berdasarkan penjelasan dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian, 45 menit tersebut adalah waktu tempuh dari Gerbang Tol (GT) Jatiasih sampai GT Sadang saja dan bukan waktu tempuh secara keseluruhan untuk Jakarta sampai Bandung.
“Dari Jatiasih sampai Sadang 62 km, itu logis kalau 45 - 46 menit,” kata Wilan kepada kumparan, Senin (10/11).
Adapun hitungan Kementerian PU soal waktu tempuh Tol Japek II Selatan sepanjang 62 km yang bisa ditempuh dalam waktu 45 menit didasarkan pada asumsi kecepatan rata-rata kendaraan 80 km/jam.
“Untuk waktu tempuh normal kita menggunakan kecepatan rencana rata-rata untuk jalan tol di 80 km/jam. Kalau Pasteur (Bandung) - Jatiasih (Jakarta) jarak kurang lebih 132 km,” jelasnya.
Dengan adanya Tol Japek II Selatan, nantinya akan ada tiga ruas tol yang dapat digunakan untuk perjalanan Jakarta Bandung. Selain Tol Japek II Selatan, ruas tol lain yang dapat dipilih adalah Tol Jakarta–Cikampek (Japek) Eksisting dan Tol Jakarta–Cikampek Elevated (MBZ).
“Dengan adanya tiga pilihan ini, pengguna jalan tol dari arah Bandung ke Jakarta maupun sebaliknya dapat memilih jalur yang paling efisien sesuai kebutuhan. Japek eksisting tetap menjadi jalur utama, Japek Elevated menawarkan perjalanan yang lebih cepat tanpa perlintasan dengan arus kendaraan berat, sementara Japek II Selatan menjadi alternatif baru yang mengurai beban lalu lintas di koridor utama,” ujar Wilan.
Selain itu, BPJT juga terus berkoordinasi dengan operator jalan tol untuk memastikan pelayanan dan keamanan tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di seluruh ruas.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengumumkan progres terbaru dari proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Saat ini, progres konstruksi sudah mencapai 72,04 persen.
Adapun panjang tol tersebut secara keseluruhan adalah 62 km. Selain progres konstruksi, saat ini progres pembebasan lahan sudah mencapai 81,53 persen. Nantinya, tol tersebut juga akan menghubungkan Jalan Tol JORR di Jatiasih dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang.
Proyek tersebut juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diawasi oleh Kementerian PU serta BPJT. Dalam pengerjaannya, proyek tersebut terdiri dari 3 paket dan 6 seksi pekerjaan.
Per 3 Oktober, untuk Paket 1 yakni Seksi 1 dan 2 Jatiasih-Bantargebang-Setu sepanjang 7,25 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 9,84 persen. Sementara untuk Paket 2A yakni Seksi 3 Setu-Sukaragam dengan panjang 10,50 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 86,09 persen dan progres konstruksi 70,32 persen.
Sementara, Paket 2B yakni Seksi 4 Sukaragam-Bojongmangu dengan panjang 13 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 97,86 persen dengan progres konstruksi 68,10 persen. Untuk Paket 3 yakni Seksi 5 dan 6 Bojongmangu-Kutanegara-Sadang sepanjang 31,25 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 98,03 persen dan progres konstruksi 90,45 persen.
Nantinya, Tol Japek II juga akan dilengkapi dengan tujuh simpang susun (SS). Adapun ketujuh SS tersebut adalah SS Jatiasih, SS Bantargebang, SS Setu, SS Sukaragam, SS Bojongmangu, SS Kutanegara, dan SS Sadang.
Dengan keberadaan Tol Japek II, Jasa Marga berharap arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat terurai. Selain itu, tol tersebut juga bisa mempercepat arus logistik dan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada wilayah sekitarnya.
