Kepala Bappenas: Presiden Prabowo Tegaskan BPS Harus Bebas dari Tekanan

27 September 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bappenas: Presiden Prabowo Tegaskan BPS Harus Bebas dari Tekanan
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan BPS harus bebas tekanan agar data tetap kredibel, jadi pondasi pembangunan nasional yang tepat sasaran.
kumparanBISNIS
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy usai memberikan materi pembekalan di retreat gelombang II, Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy usai memberikan materi pembekalan di retreat gelombang II, Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menilai Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menjaga kredibilitasnya jika bebas tekanan.
Rachmat mengatakan, pembangunan nasional yang baik hanya bisa terjadi jika pondasi datanya baik, dihasilkan dengan cara pengumpulan oleh pihak dengan kredibilitas dan integritas yang baik.
"Arahan Bapak Presiden jelas, BPS harus bebas dari tekanan siapa pun. BPS harus menyajikan data yang benar, dengan metodologi yang benar, cara pengumpulan yang benar, sehingga penarikan kesimpulannya juga benar," jelasnya saat acara Hari Statistik Nasional 2025, Jumat (26/9).
Menurut Rachmat, dengan data yang benar dan kredibel, maka pemerintah dapat menghasilkan program yang tepat sasaran. Dia meminta BPS harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan Indonesia.
"Jadi BPS harus tetap menjaga kredibilitasnya. Tidak ada satu pun yang boleh mengganggu BPS, karena mengganggu BPS berarti mengganggu kedaulatan Indonesia," tegas Rachmat.
Rachmat pun bersyukur karena BPS sudah memiliki reputasi sejak lama, tidak hanya di dalam negeri namun juga diakui di kawasan ASEAN bahkan seluruh dunia karena menggunakan standar internasional.
"Catatan yang saya dapat, BPS nomor 2 di ASEAN dari sisi kualitasnya setelah Singapura. Di urutan dunia, dari 160 negara, BPS nomor 30 sekian itu saya kira amat sangat luar biasa," ungkapnya.
Dia pun berharap di usianya yang ke-65 tahun, BPS tetap bisa menjaga integritasnya, meningkatkan kredibilitasnya, dan menjadi dasar pembangunan Indonesia yang lebih baik.
"Kali ini BPS berusia 65 tahun, maka kita harap BPS akan makin kuat, BPS makin kredibel, dan BPS akan diharapkan menjadi dasar bagi pembangunan nasional kita," kata Rachmat.
Trending Now