Kerja Sama Garuda-Boeing Dikaji Ulang Usai Tertunda karena Pandemi
20 Mei 2025 18:31 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kerja Sama Garuda-Boeing Dikaji Ulang Usai Tertunda karena Pandemi
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menyebut Garuda Indonesia dan Boeing sedang kaji kerjasama yang sempat tertunda. kumparanBISNIS

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima jajaran pimpinan Boeing dari kantor pusat di Amerika Serikat dan juga perwakilan regional pada 10 Mei 2025 lalu.
Pertemuan itu, kata Rosan, membahas kelanjutan kerja sama antara Boeing dan Garuda Indonesia yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.
βIni lebih kepada kesiapan Boeing untuk bekerja sama dengan Garuda,β kata Rosan saat ditemui di Jakarta, Senin (20/5).
Kini, baik pihak Boeing, Garuda, maupun Danantara tengah mengkaji kemungkinan untuk melanjutkan kerja sama tersebut dengan sejumlah penyesuaian.
βNah itu menjadi salah satu topik pembicaraan bagaimana agar bisa berjalan lagi atau tentunya akan dilakukan penyesuaian atau revisi. Itu sedang dikaji oleh tim di Garuda maupun Danantara,β ujar Rosan.
Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan Boeing bukan membahas rencana investasi baru, melainkan fokus pada tindak lanjut kerja sama yang sudah pernah dijajaki.
Kerja sama Garuda dan Boeing sebelumnya mencakup pengadaan armada pesawat yang merupakan bagian dari rencana modernisasi dan ekspansi maskapai nasional.
Pesan 100 Unit Pesawat
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal memesan 100 unit pesawat di akhir tahun 2025 dari produsen pesawat terbang Boeing dan Airbus.
Ini diungkap oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di acara Penandatanganan Kerja Sama PT Dirgantara Indonesia dan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (PT YPTI) di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (12/3).
"Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu pada saat meluncurkan, apa yang disebut Danantara, menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia juga akan memesan pesawat pada akhir tahun ini hingga 100 pesawat," ucap Faisol.
