Kilang Pertamina Internasional Resmi Kirim Perdana Bioavtur Minyak Jelantah
12 Agustus 2025 14:24 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kilang Pertamina Internasional Resmi Kirim Perdana Bioavtur Minyak Jelantah
Pengiriman perdana ini dilakukan dalam rangka penerbangan Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah yang akan dimulai pertengahan Agustus 2025.kumparanBISNIS

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) resmi melakukan lifting atau pengiriman perdana produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku campuran Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.
Pengiriman perdana yang dilakukan pada hari ini, Selasa (12/8), setelah melalui rangkaian pengujian standar kualitas di laboratorium KPI Unit Cilacap dan Lemigas.
"Hari ini merupakan sebuah kebanggaan tidak hanya bagi Pertamina, tetapi juga bagi Bangsa Indonesia. KPI secara resmi melakukan seremonial pengiriman perdana produk Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah," kata Direktur Utama KPI, Taufik Adityawarman, melalui keterangan resmi.
Pengiriman perdana ini dilakukan dalam rangka penerbangan Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah yang akan dimulai pertengahan Agustus 2025, dengan menggunakan pesawat Pelita Air dengan rute Jakarta-Denpasar. Sekitar 32 kiloliter (KL) SAF minyak jelantah yang diproduksi dari Kilang Cilacap disiapkan untuk penerbangan tersebut.
Taufik menyebut, setiap maskapai yang menggunakan SAF dari Pertamina akan memperoleh Proof of Sustainability dari ISCC CORSIA, yang membuktikan bahwa seluruh rantai pasok telah memenuhi standar keberlanjutan dan diaudit oleh lembaga internasional.
"Proyek Green Refinery Cilacap ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 84 persen lebih rendah dibandingkan avtur fosil,β jelas Taufik.
Proses produksi dilakukan dengan teknologi Co-Processing UCO yaitu menggunakan Katalis Merah Putih hasil yang merupakan hasil formulasi dan produksi dalam negeri. Produk Pertamina SAF juga telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091, menjadi produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang bersertifikat resmi.
Untuk tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan sebesar 9 metric barrel dengan komposisi 2β3 persen UCO. Selanjutnya KPI juga akan melakukan pengiriman dengan menggunakan kapal sebanyak 1,7 juta liter dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
Produksi Pertamina SAF berbahan baku ini juga menjadi kelanjutan produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Sebelumnya, KPI telah membuktikan kemampuannya dalam memproduksi Pertamina SAF berbahan baku Refined, Bleached, and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) atau minyak inti sawit.
SAF berbasis RBDKO ini telah diproduksi dan digunakan pada uji terbang yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2023. Uji terbang pada tahun 2023 dilakukan dengan menggandeng maskapai penerbangan komersil Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Solo pulang pergi.
Wakil Direktur Utama Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, Pertamina satu-satunya produsen SAF Co-Processing di kawasan ASEAN. Pertamina berhasil mengembangkan teknologi merah putih yang mampu memproses minyak jelantah hingga 2,5β3 persen, melampaui kemampuan lisensor internasional.
Pertamina juga berhasil menginisiasi dan menjajaki seluruh ekosistem SAF yang telah tersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dari hulu hingga hilir.
βProduksi SAF ini tidak luput dari keberanian, prinsip, dan komitmen dari working level hingga top manajemen bahwa kita sepakat dengan terobosan-terobosan yang strategis, sesuai dengan perkembangan pasar, bisnis yang profitable, dan berkelanjutan,β ujar Oki Muraza.
