Kilang RDMP Balikpapan Bakal Diresmikan, Bahlil: Supaya Tak Impor Avtur

9 Desember 2025 3:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kilang RDMP Balikpapan Bakal Diresmikan, Bahlil: Supaya Tak Impor Avtur
RDMP Balikpapan bakal diresmikan 17 Desember 2025, tingkatkan kapasitas kilang dan kurangi impor solar serta avtur lewat dorongan program B50.
kumparanBISNIS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan pada Senin (8/12/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan pada Senin (8/12/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur akan segera diresmikan pada akhir tahun. Keberadaan RDMP dinilai akan menghentikan impor solar dan menekan impor avtur.
Adapun secara rencana, kilang tersebut nantinya akan diresmikan pada 17 Desember 2025 mendatang.
β€œInsyaAllah tanggal 17 Desember besok. Itu bisa menambah kurang lebih sekitar 100 ribu barel lebih,” kata Bahlil dalam Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan pada Senin (8/12).
Peningkatan pengelolaan minyak mentah yang ada di RDMP Balikpapan akan mendorong program pemerintah penggunaan biodiesel 50 persen pada solar. Menurut hitungan dia, pada tahun depan Indonesia dapat surplus solar hingga 4 juta ton apabila program B50 diterapkan.
β€œAvtur juga begitu. Karena kita sudah surplus di solar, maka bahan baku yang tadinya solar kita mau dorong untuk bikin avtur supaya tidak perlu lagi kita impor avtur,” ujarnya.
β€œMaka dengan demikian yang kita impor tinggal apa? Tinggal bensin. Jadi kalau tidak bisa fosil ya kita manfaatkan sumber-sumber lain yang kita punya,” lanjutnya.
Adapun Bahlil menyebut total kebutuhan solar Indonesia per tahun ada di kisaran 32-33 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih sekitar 15-16 juta ton.
Sebelumnya, Proyek RDMP Balikpapan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pengolahan dari semula 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, serta peningkatan kompleksitas kilang menjadi NCI 8.
Selain itu, proyek ini juga ditargetkan bisa meningkatkan kualitas produk BBM yang dihasilkan Kilang Balikpapan menjadi setara Euro V atau kandungan sulfur 10 ppm, dari yang saat ini masih Euro II, serta peningkatan yield valuable product menjadi 91,8 persen.
Adapun produk yang akan dihasilkan dari kilang RDMP Balikpapan yakni BBM, LPG, dan petrokimia, dengan target penambahan BBM sebesar 142 ribu barel per hari.
Trending Now