Kilang RDMP Balikpapan Siap Uji Coba Mesin Pengolah Sisa Minyak Jadi Bensin-LPG

1 Oktober 2025 16:06 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kilang RDMP Balikpapan Siap Uji Coba Mesin Pengolah Sisa Minyak Jadi Bensin-LPG
Uji operasi ini akan mengubah sisa minyak mentah yang masih punya nilai menjadi bensin, LPG, hingga bahan baku plastik di Kilang RDMP Balikpapan.
kumparanBISNIS
Petugas melakukan kontrol di PT Kilang Pertamina Balikpapan. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan kontrol di PT Kilang Pertamina Balikpapan. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan bersiap melakukan uji operasi Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), unit utama kilang yang mampu mengubah sisa minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin, LPG, dan bahan baku plastik.
Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman mengatakan, uji coba RFCC akan menjadi tahap penting dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produksi kilang Balikpapan.
β€œUnit RFCC ini akan menjadi simbol ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas 90 ribu barel per hari, kilang dapat menghasilkan tambahan produk gasoline, LPG, hingga propylene,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/10).
Hingga akhir September 2025, progres RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe telah mencapai 96,5 persen. Sejumlah unit kunci penunjang juga sudah beroperasi, mulai dari fasilitas tangki penyimpanan crude, pipeline Lawe-Lawe, sistem pendingin, pembangkit listrik, boiler, hingga flare system untuk menjaga keamanan operasional.
Pertamina juga telah mengoperasikan unit Saturated LPG Treater, yang berfungsi membersihkan LPG dari zat pengotor seperti sulfur. Kehadiran unit ini mendukung target peningkatan produksi LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun, yang berpotensi menekan impor hingga 4,9 persen.
Petugas berjalan saat memeriksa tekanan pipa di PT Kilang Pertamina Balikpapan. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Proyek RDMP Balikpapan sendiri menargetkan kenaikan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus meningkatkan standar produk dari Euro 2 menjadi Euro 5. Kompleksitas kilang juga melonjak signifikan, dari Nelson Complexity Index 3,7 menjadi 8,0.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini turut memberi dampak ekonomi nyata. Pada puncak konstruksi, RDMP menyerap hingga 24.000 tenaga kerja serta memicu pertumbuhan pusat ekonomi baru di sekitar Balikpapan, mulai dari UMKM, perdagangan, hingga jasa penunjang.
β€œDengan dukungan penuh pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, RDMP Balikpapan-Lawe-Lawe akan menjadi tonggak penting bagi kemandirian energi nasional dan daya saing migas Indonesia,” pungkas Taufik.
Petugas melakukan koordinasi di PT Kilang Pertamina Balikpapan. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Trending Now