Kinerja Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi
22 Februari 2021 11:35 WIB

Kinerja Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi
KLN Bank Mandiri berhasil mencatat laba sebelum pajak hingga USD 111,2 Juta atau sebesar Rp 1,562 triliun pada akhir 2020, tumbuh 19 persen secara year on year.kumparanBISNIS

Dalam rangka mendukung nasabah korporasi mengembangkan bisnis ke luar negeri, Bank Mandiri terus mengembangkan dan mengoptimalkan peran Kantor Luar Negeri (KLN) dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.
Hasilnya, KLN Bank Mandiri berhasil mencatat laba sebelum pajak hingga USD 111,2 Juta atau sebesar Rp 1,562 triliun pada akhir 2020, tumbuh 19 persen secara year on year, meskipun dibayangi ketidakpastian global akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di dunia.
Menurut Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, capaian tersebut merupakan kontribusi laba sebelum pajak terbesar dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30 persen.
Kinerja apik ini terutama disumbangkan pertumbuhan Fee Based Income (FBI) rata-rata 32 persen dari USD 10,9 juta pada 2015 menjadi USD 45,3 juta pada 2020. Sementara Net Interest Income (NII) menguat rata-rata 10 persen dari USD 49,5 juta pada 2015 menjadi USD 81,3 juta lima tahun kemudian.
"Selain karena pemahaman yang komprehensif atas bisnis internasional nasabah korporasi, kinerja yang baik dari KLN Bank Mandiri dalam 5 (lima) tahun terakhir juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai unit kerja di kantor pusat, serta antara masing-masing KLN, termasuk dengan perusahaan anak," kata Panji Irawan.
Saat ini, Bank Mandiri memiliki tujuh KLN, yakni di Singapura, Hong Kong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, UK, dan Malaysia.
Panji mengungkapkan, capaian positif lain yang ditunjukkan jaringan KLN Bank Mandiri adalah kemampuan menjaga kualitas aset produktif melalui strategi pemberian kredit secara selektif. Alhasil, NPL pun dapat diturunkan dari 1.42 persen pada 2015 menjadi 0.38 persen pada tahun lalu.
"Kami ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnis ke luar negeri agar bisa mengakses pasar global yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat. Untuk itu, kami telah menetapkan fokus layanan kepada Indonesia-related Global Trading Companies, sindikasi global, serta supply chain Indonesia-linked customers, terutama untuk nasabah yang memiliki bisnis di lokasi jaringan KLN Bank Mandiri," katanya .
Dia melanjutkan, penguatan layanan juga disertai pengembangan layanan digital Mandiri Cash Management di seluruh KLN yang dapat dimanfaatkan nasabah atau jaringan nasabah yang berada di luar negeri, sehingga nasabah merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi dengan Bank Mandiri.
Tak hanya nasabah korporasi, Bank Mandiri juga mengembangkan layanan khusus bagi nasabah individual kategori High Net Worth yang berdomisili atau bekerja di luar negeri. Caranya adalah menawarkan layanan Wealth Management di Bank Mandiri Singapore dengan skema Pengelolaan Dana Nasabah Individual.
"Dalam rangka mendukung investasi dan pendanaan nasabah di luar negeri, saat ini kami memiliki dua perusahaan anak di Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore. Semua jaringan internasional kami terkoneksi dengan baik sehingga dapat memberikan layanan secara optimal," kata Panji.
Layanan Remitansi Bank Mandiri
Selain layanan terkait perdagangan global, Kantor Luar Negeri Bank Mandiri juga memiliki pangsa pasar yang relatif baik dalam layanan pengiriman uang atau remitansi, khususnya remitansi yang dilakukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri ke kampung halaman.
Kemudahan layanan remitansi bagi PMI menjadi salah satu fokus bisnis utama kantor luar negeri terutama yang berada di negara utama penempatan PMI seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.
"Selain transaksi di kantor cabang, proses pengiriman uang ke Indonesia pun terus dipermudah antara lain melalui jaringan elektronik dan kerja sama dengan merchant retail lokal," kata Panji.
