KKP Kirim 1.142 Taruna untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
14 Januari 2026 14:07 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
KKP Kirim 1.142 Taruna untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim 1.142 taruna dari sekolah kedinasan di bawah KKP untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.kumparanBISNIS

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim 1.142 taruna dari sekolah kedinasan di bawah KKP untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Nantinya, mereka akan disebar baik di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono juga sudah memberi detail skema terkait bantuan apa yang harus dilakukan para taruna di lokasi bencana.
βAntara lain dalam dukungan rekonstruksi fasilitas umum pasca bencana, rehabilitasi lingkungan dan pemukiman, kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial masyarakat, serta tugas-tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di lokasi terdampak,β kata Sakti dalam pelepasan Taruna Kelautan & Perikanan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (14/1).
Adapun 1.142 taruna tersebut merupakan taruna aktif yang berasal dari Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Ladong dan Pariaman.
Terkait pelibatan taruna KP yang notabene merupakan sekolah kedinasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana juga memberikan alasannya.
Menurut Tito, kendala dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera adalah keberadaan lumpur. Untuk itu, keberadaan alat berat saja tak cukup melainkan membutuhkan tenaga manusia yang cukup banyak.
βTNI dan Polri sudah menambah pasukan. Enggak cukup. Kita ingin cepat. Kalau ingin cepat, yang paling cepat adalah sekolah kedinasan. Kenapa sekolah kedinasan? Karena di bawah kendali pemerintah. Kedua, sekolah kedinasan ini bersifat semi-militer,β ujar Tito.
Selain taruna KP, TIto juga menyebut sudah ada taruna IPDN dan taruna Poltekstat STIS yang juga turut diterjunkan.
Dengan turut diterjunkannya taruna dari berbagai sekolah kedinasan tersebut, ia menilai pembersihan lumpur sisa banjir juga dapat rampung dalam waktu cepat
βSaya yakin kalau kekuatannya cukup, 2 minggu juga sudah selesai. Nah, ini tambah-tambah alat berat nanti,β ujarnya. Selain bantuan fisik, Tito juga berharap para taruna dari berbagai sekolah kedinasan yang berbeda juga memberi bantuan sesuai keahlian.
βKita juga nanti minta bantu untuk masing-masing dengan kemampuan teknis ilmu masing-masing. Contohnya IPDN ngurusin, bantuin kepala dinas, sistem pemberitahuannya bisa berjalan. BPS melakukan pendataan. Setelah pembersihan-pembersihan, pendataan yang miskin berapa, segala macam,β kata Tito.
Dengan kehadiran TNI, Polri dan mahasiswa sekolah kedinasan, Tito juga yakin ekonomi di daerah bencana bisa kembali berputar. Hal ini karena para petugas bisa berbelanja dari rakyat terdampak bencana menggunakan uang saku yang diberikan.
βAda warung-warung yang buka, jualan buah, dari pagi sampai sore yang beli cuma dua orang setelah itu busuk. Kedatangan TNI, Polri, Praja IPDN, taruna, ini dengan ada uang saku masing-masing, itu bisa belanja. Membuat kemudian ekonomi berputar,β ujarnya.
