KRL Baru dari China Mulai Beroperasi di Rute Bogor dan Cikarang

1 Juni 2025 10:55 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KRL Baru dari China Mulai Beroperasi di Rute Bogor dan Cikarang
KRL baru asal China mulai beroperasi di rute Bogor dan Cikarang hari ini.
kumparanBISNIS
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) CRRC tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (1/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) CRRC tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (1/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter hari ini mulai mengoperasikan kereta rel listrik (KRL) baru yang diimpor dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) dengan kode CLI-125.
Sebelumnya pengadaan sarana KRL dilakukan untuk penggantian rangkaian kereta yang akan memasuki masa konservasi atau penghentian operasional karena usia teknis kereta. Pengadaan tak hanya dilakukan dari CRRC melainkan juga dari PT INKA (Persero).
KAI Commuter memesan sarana KRL baru sebanyak 27 Train Set (TS) atau total sebanyak 324 unit kereta baik yang diproduksi di dalam negeri oleh PT INKA (Persero) maupun kereta yang diproduksi melalui pabrikan luar negeri. Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto menjelaskan nantinya pengoperasian sebanyak 27 TS akan dilakukan bertahap.
β€œMulai Juni ini akan bertahap, saat ini ada 3 Train Set, nanti kurang lebih 3 minggu lagi kita akan operasikan lagi 2 Train Set lagi, dan selanjutnya secara bertahap ya, sampai dengan 27 (TS),” kata Asdo kepada wartawan dalam perjalanan ke Bogor dengan KRL, Minggu (1/6).
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto perjalanan ke Bogor dengan KRL, Minggu (1/6/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Untuk 3 TS yang sudah dioperasikan, 2 dioperasikan pada Bogor Line dan 1 dioperasikan pada Cikarang Line. Hingga saat ini, sudah 8 Train Set (TS) yang tiba, 7 TS dari CRRC dan 1 TS dari PT INKA (Persero).
Untuk TS baru CLI-125, jumlah rangkaian yang digunakan adalah 12 gerbong. Asdo mengungkap dengan jumlah tersebut satu TS bisa mengangkut sebanyak 3.400 orang dengan 250-300 orang setiap gerbongnya.
Pengadaan KRL baru menurut Asdo juga merupakan respons atas kajian soal kekurangan armada yang pernah dilakukan karena dengan pengadaan ini.
β€œDi tahun 2023 yang sempat kami sampaikan sesuai dengan kajian kami bahwa akan terjadi krisis ya, krisis kekurangan armada di semester 2 tahun 2024 dan semester 1 2025. Nah, ini kami menjawab apa yang pernah kami sampaikan di tahun sebelumnya, bahwa kita akan selesaikan kekurangan armada ini di semester 2 tahun 2025 ini,” ujar Asdo.
Jumlah rangkaian yang sempat berjumlah 8 gerbong dikembalikan ke formasi awal di 12 gerbong. Dengan begitu Asdo berharap kehadiran KRL baru ini bisa mengurangi kepadatan utamanya di jam-jam padat saat berangkat dan pulang kerja di hari kerja.
Dengan adanya KRL baru, beberapa TS KRL lama yang sudah memasuki usia pensiun juga akan dipensiunkan. Namun pensiun akan dilakukan secara bertahap.
β€œItu pasti. Tinggal nunggu. Usianya rata-rata 50-55 tahun (TS lama). Sudah waktunya. Karena ini kan sistemnya elektrik ya. Jadi kalau begitu mati ya sudah mati,” kata Asdo.
Trending Now