Laba Bersih Kalbe Farma Capai Rp 2,6 T pada Kuartal III 2025, Naik 10,6 Persen
29 Oktober 2025 14:11 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Laba Bersih Kalbe Farma Capai Rp 2,6 T pada Kuartal III 2025, Naik 10,6 Persen
Kalbe Farma mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal III 2025.kumparanBISNIS

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan laba bersih naik 10,6 persen menjadi Rp 2,6 triliun per kuartal III 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga melaporkan penjualan bersih mencapai Rp 25,98 triliun, tumbuh 7,2 persen year on year (yoy).
Pertumbuhan terutama berasal dari segmen obat resep, produk kesehatan, serta distribusi dan logistik, yang mengalami peningkatan volume penjualan. Margin laba kotor juga membaik menjadi 40,6 persen dari 39,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Irawati Setiady, menyebut perseroan berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah tekanan eksternal.
"Di tengah gejolak eksternal, kami mempertahankan kinerja positif di periode sembilan bulan pertama tahun 2025, dengan pertumbuhan volume permintaan yang dibarengi perbaikan margin. Berbagai inisiatif strategis seperti ekosistem onkologi, pengembangan obat biologis dan alat kesehatan berjalan sesuai rencana dan kami melanjutkan rejuvenasi brand pada kategori produk konsumer agar tetap relevan dengan tren konsumen saat ini," ujar Irawati dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (29/10).
Irawati menjelaskan meski menghadapi ketidakpastian dari kondisi finansial dan geopolitik global, Kalbe Farma tetap optimistis tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan nasional.
Secara rinci, penjualan segmen obat resep naik 11 persen, ditopang oleh pertumbuhan obat-obatan specialty serta produk generik untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Segmen produk kesehatan juga tumbuh 9,4 persen, sementara distribusi dan logistik meningkat 10,3 persen. Sementara divisi nutrisi mencatat penurunan penjualan sebesar 2,1 persen, seiring melemahnya daya beli masyarakat terhadap produk susu bubuk.
Meski begitu, Kalbe Farma mencatat margin laba bersih sebesar 10,1 persen, naik dari 9,8 persen pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan menilai efisiensi biaya operasional dan stabilitas harga bahan baku turut membantu menjaga kinerja margin sepanjang tahun ini.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, manajemen menyebut bakal terus menjaga efisiensi dan memperkuat rantai pasokan agar ketersediaan produk tetap terjamin. Perseroan optimistis bisa mencapai proyeksi pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun ini di kisaran 6-8 persen.
Selain itu, perseroan meningkatkan kebijakan dividen dengan rasio 50-60 persen terhadap laba bersih dan melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback yang dianggarkan sebesar Rp 250 miliar, setelah merealisasikan Rp 1,25 triliun dari program-program sebelumnya.
