Listrik di Aceh Pulih 69 Persen, Sudah Tersalurkan ke 727.735 Pelanggan
2 Desember 2025 15:54 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Listrik di Aceh Pulih 69 Persen, Sudah Tersalurkan ke 727.735 Pelanggan
Bahlil meninjau wilayah Aceh. Ia menginstruksikan pemulihan listrik dipercepat.kumparanBISNIS

Bahlil telah datang langsung ke Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Ia meninjau salah satu titik tower transmisi pada jalur Bireuen-Arun, yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Di lokasi tersebut, Bahlil memberikan arahan langsung kepada jajaran teknis PLN agar percepatan perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terukur, mengingat jalur transmisi tersebut merupakan salah satu suplai utama listrik ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
"Saya pertama mengucapkan terima kasih atas dedikasi kalian untuk secara totalitas segera kita menyelesaikan urusan tower-tower yang kena dampak daripada musibah dan kita percepat," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis, Selasa (2/12).
Selanjutnya, Bahlil meninjau lokasi material tower emergency (TE) di Bireuen yang tengah dalam proses optimasi operasi evakuasi material yang digunakan untuk mempercepat perbaikan tower yang rusak pada jalur transmisi Bireuen-Arun.
Untuk memulihkan pasokan listrik dari pembangkit di Arun dan Naganraya, PT PLN (Persero) akan mulai memasang tower listrik emergency yang dapat dibangun hanya dalam waktu dua hari, kemudian dilanjutkan penyambungan kabel listrik yang rusak. Pemulihan listrik di Banda Aceh dan Aceh Bagian Barat ditargetkan selesai paling cepat pada Jumat (4/12) atau Sabtu (5/12) mendatang.
Berdasarkan data PLN, sebanyak 12 tower transmisi pada beberapa jalur SUTT 150 kV mengalami kerusakan, mencakup jalur Bireuen-Arun, Brandan-Langsa, serta Peusangan-Bireuen.
Kerusakan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Hingga hari ini, progres pemulihan ketenagalistrikan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 263 penyulang yang padam, sebanyak 153 penyulang (58,2 persen) telah kembali normal. Sementara itu, 6.844 dari 9.669 gardu distribusi (70,8 persen) telah menyala kembali.
Kemudian, PLN mencatat beban listrik yang pulih mencapai 173,05 MW (69,8 persen), dengan jumlah pelanggan kembali menikmati listrik sebanyak 727.735 pelanggan (69,7 persen).
Untuk mengatasi antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahlil mengungkapkan Kementerian ESDM akan melakukan relaksasi pada regulasi pembelian BBM untuk daerah terdampak bencana. Dengan relaksasi ini, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak perlu lagi menggunakan barcode untuk membeli BBM di SPBU.
Sementara untuk distribusi BBM, karena jalur darat terputus, maka pengiriman BBM dilakukan via laut dan udara. Kementerian ESDM berkoordinasi juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulihkan jalur darat.
"Dan urusan BBM, BBM-nya ada, tapi tidak bisa terdistribusi karena banyak jalan yang nggak bisa kita lewati. Kita sudah lewat laut, juga ombak. Nah, perlahan-lahan kita mulai sekarang pakai jerigen. Jadi kita lagi bawa jerigen dan drum dari Jakarta, kita naikkan pesawat kita kirim ke sini supaya kita pikul. Sambil kita bekerja sama dengan kementerian teknis di PU untuk menembus jalan," tutur Bahlil.
Bahlil mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat seluruh proses pemulihan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh dapat kembali normal.
