Live Shopping dan Affiliate Link: Mengaburkan Batas Antara E-commerce & Hiburan

30 Agustus 2023 16:48 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Live Shopping dan Affiliate Link: Mengaburkan Batas Antara E-commerce & Hiburan
Live shopping muncul sebagai evolusi yang menarik dari pengalaman belanja online, gabungan dari elemen partisipatif dalam media sosial dan daya tarik belanja itu sendiri.
kumparanBISNIS
Iilustrasi belanja online Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Iilustrasi belanja online Foto: Shutterstock
Seiring dengan perkembangan dunia digital, konsumen Indonesia makin tertarik pada pengalaman belanja yang mudah dalam platform e-commerce, terlebih dengan munculnya fenomena live shoppingdan affiliate.
Kemudahan mencari berbagai macam barang hanya dengan browsing dan melakukan pembelian tanpa meninggalkan kenyamanan rumah, telah mengubah cara masyarakat berbelanja.
Kecepatan transaksi diproses dan dikirim, bahkan seringkali melebihi waktu pembelian offline, sehingga sangat sesuai gaya hidup masyarakat Indonesia modern yang serba cepat.
Setiap tahun, Jakpat melakukan survei untuk memahami tren ini. Di semester pertama 2023, survei dilakukan kepada 1485 responden, mengenai trend penggunaan e-commercesebagai media berbelanja.
Kebiasaan pembeli online ketika berbelanja di marketplace, Indonesia E-Commerce Trends -1st Semester of 2023. Foto: Jakpat
Survei dilakukan sepanjang Februari hingga Mei 2023, untuk memahami perilaku masyarakat dalam belanja online, penggunaan e-commerce, serta strategi marketing yang digunakan baik platform e-commerce maupun penjual dalam platform tersebut.
Laporan Jakpat menunjukkan, 88% dari online shopper melakukan transaksi di semester pertama 2023 ini. Sebanyak 72% responden yang telah melakukan pembelian di e-commerce menggunakan e-wallet atau digital wallet sebagai pilihan metode pembayaran.
Tidak hanya kecepatan dan kemudahan, adanya jaminan kredibilitas pedagang online terkemuka dalam menjaga kualitas produk, keamanan transaksi, dan layanan pelanggan yang dapat diandalkan, telah membangun rasa kepercayaan pada konsumen Indonesia.
β€œKemudahan, kecepatan, dan kredibilitas penjual membuat aktivitas belanja online masih menjadi hal yang menarik bagi masyarakat Indonesia," jelas Head of Research Jakpat, Aska Primardi.
"Ketiga value itu nampaknya mulai bisa menggantikan value diskon yang memang dirasakan mulai berkurang sejak tahun lalu. Value inilah yang saat ini terlihat menjadi standar minimum pelayanan yang dimiliki oleh mayoritas e-commerce,” imbuhnya.
Pedagang menawarkan sepatu secara daring melalui siaran langsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Live shopping muncul sebagai evolusi yang menarik dari pengalaman belanja online, gabungan dari elemen partisipatif dalam media sosial dan daya tarik belanja itu sendiri.
Riset Jakpat menunjukkan, 9 dari 10 online shoppers, pernah menonton live shopping.
Siaran live shopping yang dipandu brand atau influencer, menampilkan dagangan dan interaksi langsung dengan penonton sebagai calon pembeli tanpa batasan lokasi.
Interaksi dalam live shopping ini memungkinkan konsumen untuk berkomunikasi langsung, untuk mengajukan pertanyaan, mendapatkan jawaban, serta mempelajari lebih lanjut tentang serba-serbi produk.
Metode pembayaran yang digunakan saat transaksi di e-commerce, Indonesia E-Commerce Trends-1st Semester of 2023. Foto: Jakpat
Berkat format ini, kegiatan belanja online yang pasif seolah-olah menjadi event komunitas. Di sisi lain, kombinasi media sosial dan live shopping seakan menciptakan rasa eksklusivitas dan urgensi.
β€œKonsumen mencari unique value dari pengalaman berbelanja mereka. Live shopping menjadi contoh nyata dalam hal ini," kata Aska.
"Pengalaman belanja real-time dalam waktu terbatas, pengalaman interaksi spontan secara langsung dengan penjual dan shopper lain, adanya kejutan-kejutan dari host-nya, ditambah lagi persepsi bahwa produk yang dijual tersebut stoknya terbatas, membuat seseorang akan menjadi loyal shopper,” papar Aska.
Di sisi lain, laporan Jakpat kali ini juga menyoroti adanya affiliate link dalam belanja online. Berfungsi sebagai penghubung konsumen dan produk, affiliate link menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi pembeli dan si pembuat konten.
Tautan ini, yang sering disertakan dalam posting media sosial atau situs web ulasan, memungkinkan influencer atau affiliator merekomendasikan produk tertentu kepada audiens mereka.
Ilustrasi affiliator. Foto: Wright Studio/shutterstock
Hal ini menunjukkan adanya simbiosis mutualisme antara e-commerce, penjual, dan pembuat konten, yang mendorong adanya endorsement produk yang jujur, serta memberi konsumen kontrol yang lebih besar terhadap pengalaman pembelian mereka.
Laporan Jakpat menunjukkan 8 dari 10 online shoppers pernah membuka tautan dari affiliate link di media sosial, dan lebih dari setengahnya memutuskan untuk membeli dari tautan tersebut.
Berapa rupiah dihabiskan konsumen dalam sebulan untuk belanja online? Apakah konsumen benar-benar melakukan pembelian dalam sesi live shopping? Bagaimana dengan persaingan antar e-commerce?
Dengan mengklik tautan ini, kamu dapat mengakses informasi terperinci dari laporan Jakpat, "Indonesia E-commerce Trends 2023": https://blog.jakpat.net/indonesia-e-commerce-trends-1st-semester-of-2023/
(LAN)
Trending Now