Luhut Bicara Proyek Whoosh: Saya Nerima Sudah Busuk Itu Barang

17 Oktober 2025 10:07 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Luhut Bicara Proyek Whoosh: Saya Nerima Sudah Busuk Itu Barang
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku proyek Whoosh sudah bermasalah sewaktu ia ditugaskan menjadi ketua satgas.
kumparanBISNIS
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela gelaran 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela gelaran 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sudah bermasalah sejak awal.
Luhut mengaku, saat diminta menjadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, proyek sudah dalam kondisi 'busuk' dan membutuhkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
β€œLalu kita coba perbaiki, kita audit, BPKP ikut, kemudian kita berunding dengan China,” sambungnya.
Luhut menegaskan tidak ada yang meminta dana APBN untuk membayar utang proyek tersebut. Fokus pemerintah saat ini, kata dia, adalah menyelesaikan proses restrukturisasi utang dengan China agar proyek bisa dikelola secara lebih sehat.
β€œKita ribut soal Whoosh, masalahnya apa sih? Whoosh itu kan tinggal restrukturisasi aja. Siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN,” tuturnya.
Dia menyebut pemerintah China juga telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan restrukturisasi. Namun, prosesnya sempat tertunda karena pergantian pemerintahan.
β€œChina sudah bersedia kok, enggak ada masalah. Tapi kemarin pergantian pemerintah agak terlambat, jadi sekarang tinggal menunggu Keppres supaya timnya segera berunding,” ujarnya.
Menurut Luhut, proses restrukturisasi akan dipercepat begitu Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan tim negosiasi diterbitkan. Dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani perihal Keppres ini.
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC
β€œTadi saya sudah bilang sama Pak Rosan, segera aja bikin itu timnya, orangnya ini, ini, ini. Kalau Keppres-nya sudah keluar, dia bilang akan bicara ke presiden,” kata Luhut.
Luhut juga menyesalkan munculnya berbagai spekulasi di publik, termasuk tudingan bahwa proyek kereta cepat akan diganti dengan aset di Laut China Selatan. Dia menyebut tudingan seperti itu tidak berdasar dan hanya menunjukkan kurangnya pemahaman data.
Mantan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut optimistis restrukturisasi proyek Whoosh bisa diselesaikan dengan baik jika pemerintah bekerja kompak. Dia mencontohkan penanganan proyek LRT Jabodebek yang sebelumnya juga bermasalah, namun bisa diselesaikan setelah dilakukan restrukturisasi.
β€œSama dengan LRT. LRT juga masalah, tapi kita restrukturisasi, kan beres. Ini juga sama,” ujar Luhut.
Trending Now