Maman Abdurrahman Minta Maaf Sempat Usul UMKM Produksi Barang KW

22 Oktober 2025 15:32 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maman Abdurrahman Minta Maaf Sempat Usul UMKM Produksi Barang KW
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas pernyataannya agar UMKM bisa membuat produk mirip dengan brand terkenal.
kumparanBISNIS
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di kantornya, Rabu (22/10/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di kantornya, Rabu (22/10/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas pernyataannya agar UMKM bisa membuat produk mirip dengan brand terkenal atau kerap disebut barang KW.
"Representasi publik pada isu KW ini luar biasa, dan saya terima kasih, dan ini adalah bagian dari saya juga pribadi dan Kementerian UMKM membuka ruang partisipasi publik dalam setiap video-video yang kita lemparkan. Karena bagi saya sebagai dari kementerian, tentunya partisipasi publik dalam setiap memberikan masukan, kritikan juga perlu dalam era seperti sekarang," ujar Maman di kantornya, Rabu (22/10).
Maman menjelaskan, maksud dari pernyataannya bukan ajakan membuat barang tiruan, melainkan pada proses pembelajaran dari negara-negara industri maju seperti Korea Selatan dan China.
Ia mencontohkan, kedua negara tersebut memulai pembangunan industrinya dengan meniru produk luar, namun kemudian mampu bertransformasi menjadi produsen produk berkualitas global.
"Tapi sebenarnya esensinya bukan itu, jadi saya tuh minta maafnya begini, minta maafnya karena gue menggunakan analogi Louis Vuitton menjadi Louis Vitong, terus Dior menjadi Doir. Sebenarnya secara esensi bukan itu. Secara esensi, secara substansi begini," jelasnya.
Sejumlah petugas Bea Cukai berjaga di samping barang bukti 'penindakan barang impor tiruan' di Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/1). Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Katanya, Korea Selatan pada era 1960-an memulai proses industrialisasinya dengan meniru produk dari negara-negara yang lebih maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.
Pola tersebut, Menurut Maman, bukan dalam arti meniru secara mentah, melainkan sebagai tahap awal pembelajaran untuk kemudian dikembangkan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah dan ciri khas sendiri.
"Dia kalau ada istilahnya diamati, ditiru, lalu dimodifikasi lah. Begitulah apa ATM [Amati, Tiru, Modifikasi]. Nah, mungkin secara esensi penyampaian gue di situ," ujar Maman.
Ia pun mengakui kekeliruan dalam penyampaian yang membuat publik menafsirkan ucapannya seolah mendukung produksi barang tiruan.
"Cuma kan salahnya saya pada saat saya menyampaikan di hadapan kalian-kalian dan akhirnya viral itu, seakan-akan saya mendukung untuk memproduksi produk-produk KW itu," lanjut dia.
Sebelumnya, Maman Abdurrahman menanggapi maraknya produk impor tiruan dari China dan mendorong agar pengrajin lokal dapat bersaing dengan membuat produk mirip merek terkenal namun dengan nama sendiri.
"Kita dorong para pengrajin tas membuat produk yang sama seperti tas-tas KW dari China," kata Maman usai acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
"Misalnya, merek Louis Vuitton. Kita buat barangnya mirip, tapi namanya Louis Vutton, ini kan kreativitas. Begitu juga dengan merek Gucci, kita bisa buat mirip tapi namanya Gucco," ucap Maman.
Trending Now