Ma’ruf Amin Tagih Janji Prabowo Bikin Badan Ekonomi Syariah: Saya Masih Menunggu

13 Agustus 2025 15:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ma’ruf Amin Tagih Janji Prabowo Bikin Badan Ekonomi Syariah: Saya Masih Menunggu
Ma'ruf Amin masih menunggu janji Prabowo yang ingin bikin Badan Ekonomi Syariah. Kata dia, sudah 10 bulan menjabat, belum juga diwujudkan.
kumparanBISNIS
Mantan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024 Ma'ruf Amin dalam seminar nasional di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024 Ma'ruf Amin dalam seminar nasional di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Wakil Presiden RI periode 2019-2024 Ma’ruf Amin mengingatkan kembali janji Presiden Prabowo Subianto soal pembentukan Badan Ekonomi Syariah. Meski sudah 10 bulan menjabat, janji itu belum juga terealisasi.
"Saya sebenarnya lagi nunggu berita dari Bu Sri (Menteri Keuangan Sri Mulyani) ini tentang badan. Pak Prabowo bilang kepada saya, 'Saya masih punya utang sama Pak Kiai tentang Badan Ekonomi Syariah ini'," kata Ma’ruf dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (13/8).
Menurut Ma’ruf, Badan Ekonomi Syariah ini dirancang untuk menjadi penggerak lintas sektor. Perannya tak hanya mengurusi industri keuangan syariah, tapi juga industri halal, kewirausahaan berbasis pesantren, hingga pemberdayaan komunitas.
"Supaya ada yang menavigasi jalannya semua ini, melalui Badan Ekonomi Syariah itu," ucapnya.
Wakil Presiden Periode 2019-2024 Ma'ruf Amin dan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (5/10/2024). Foto: Dok. Istimewa
Ma’ruf yakin keberadaan badan ini akan mempercepat langkah Indonesia menuju posisi puncak sebagai ekonomi syariah terbesar dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia kini berada di peringkat ketiga.
“Kalau nomor tiga ke satu itu cuma dua lompatan, saya kira satu sampai dua tahun harus bisa kita lalui untuk menjadi nomor 1 di dunia," ujar Ma’ruf.
Selain badan khusus, Ma’ruf juga menyoroti pentingnya regulasi yang memperkuat ekosistem syariah di Indonesia. Dia menyebut, DPR akan menginisiasi Undang-Undang (UU) khusus untuk pengembangan ekonomi syariah, mengingat potensi besar dari mayoritas penduduk muslim di Indonesia.
"Kemarin saya bicara dengan Ketua Komisi XI DPR RI, kata Pak Misbakhun, DPR akan menginisiasi UU ini. Jadi saya kira tinggal apa ya? Tinggal tok saja kalau begitu," pungkasnya.
Trending Now