Melihat Upaya Pencarian 7 Pekerja Freeport yang Terjebak di Tambang Bawah Tanah

18 September 2025 20:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat Upaya Pencarian 7 Pekerja Freeport yang Terjebak di Tambang Bawah Tanah
Freeport masih membuka akses jalan untuk mencari 7 pekerja yang hilang di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
kumparanBISNIS
Update situasi terkini insiden banjir lumpur di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Freeport, Kamis (11/9/2025). Foto: Freeport Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Update situasi terkini insiden banjir lumpur di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Freeport, Kamis (11/9/2025). Foto: Freeport Indonesia
PT Freeport Indonesia (PTFI) masih mencari tujuh pekerja yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Mereka hilang sejak Senin (8/9) atau 10 hari karena material basah di area tambang.
Berdasarkan video yang diterima kumparan, terlihat material basah menutupi lorong tambang bawah tanah yang cukup sempit.
PT Freeport Indonesia menggunakan drone untuk mengakses area-area sempit dalam pencarian karyawan yang terdampak luncuran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
PT Freeport menggunakan drone untuk mengakses area sempit dalam pencarian karyawan yang terjebak di tambang bawah tanah. Foto: Dok. Istimewa
Selain itu, digunakan juga excavator untuk membersihkan lumpur dan drainase untuk membuka akses penyelamatan karyawan terdampak.
Adapun pengendalian alat tersebut menggunakan loader dengan sistem kendali jarak jauh untuk mengurangi risiko tim penyelamat terhadap luncuran material susulan.
Excavator untuk membersihkan lumpur dan drainase tambang bawah tanah. Foto: Dok. Istimewa
VP Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengatakan tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan dengan alat berat jarak jauh (remote loader), bor, dan drone, meski terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi.
"Tantangan terbesar adalah volume material basah yang masih aktif dalam jumlah yang besar, jauh lebih besar dari yang pernah terjadi. Hal ini membuat proses penyelamatan menjadi sangat kompleks, penuh risiko dan memerlukan waktu tambahan untuk membersihkan material dalam jumlah besar tersebut," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/9).
Monitoring sistem kendali jarak jauh untuk alat yang digunakan untuk upaya evakuasi pekerja. Foto: Dok. Istimewa
Dia mengatakan Freeport menyadari upaya penyelamatan ini penuh tantangan dan tidak mudah. Namun Katri menegaskan akan terus mengerahkan segala daya upaya untuk penyelamatan.
"Mohon doa untuk kelancaran operasi penyelamatan serta keselamatan tim yang bertugas di lapangan," terangnya.
Trending Now