Menag Nasaruddin Umar Temui Purbaya, Bahas Pemanfaatan Dana Umat

14 Januari 2026 14:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag Nasaruddin Umar Temui Purbaya, Bahas Pemanfaatan Dana Umat
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (14/1).
kumparanBISNIS
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (14/1). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (14/1). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (14/1). Pantauan kumparan, pertemuan digelar pukul 12.30 WIB-13.30 WIB.
Pertemuan ini membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah, khususnya terkait optimalisasi dana umat yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal.
Dalam pertemuan itu, Nasaruddin menyampaikan rencananya untuk membicarakan persiapan rapat kerja Ikatan Ahli Ekonomi Syariah.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada upaya mengaktifkan berbagai dana keumatan yang selama ini dinilai masih pasif agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
β€œSehingga berkontribusi ke kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Isu dana umat memang menjadi perhatian serius Kementerian Agama. Nasaruddin sebelumnya mengungkapkan bahwa potensi dana keagamaan di Indonesia sangat besar, namun belum dikelola secara optimal.
Apabila seluruh pundi-pundi dana umat dapat dihimpun dan dikelola dengan baik, nilainya diperkirakan bisa mencapai Rp 1.200 triliun per tahun.
Menurut Nasaruddin, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar yang selama ini tertidur. β€œKami akan menggali harta karun yang dahsyat di Indonesia ini. Apa itu? Yaitu pundi-pundi keagamaan,” ujarnya.
Ia menilai, pengelolaan dana umat di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Negara-negara seperti Yordania, Kuwait, Mesir, hingga negara Teluk disebutnya mampu mengelola dana keumatan secara lebih sistematis dan berdampak besar bagi kesejahteraan publik.
β€œYordania, Kuwait, Mesir, kemudian Dubai, Qatar, Oman. Yang bikin hebat itu adalah pundi-pundi umat itu,” ucapnya.
Trending Now