Menaker Proyeksikan Jumlah Pekerja Informal Bakal Terus Bertambah

28 Mei 2025 15:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menaker Proyeksikan Jumlah Pekerja Informal Bakal Terus Bertambah
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memproyeksikan jumlah pekerja di sektor informal di Indonesia akan terus bertambah.
kumparanBISNIS
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memproyeksikan jumlah pekerja di sektor informal di Indonesia akan terus bertambah.
Tren ini dipengaruhi oleh dinamika pasar tenaga kerja serta munculnya jenis pekerjaan baru, seperti afiliator pekerja yang memperoleh penghasilan dari aktivitas afiliasi digital atau pemasaran berbasis komisi.
β€œSebagian besar pekerja kita berada di sektor informal, hampir 57 persen, dan ini akan terus naik dengan bertambahnya afiliator,” ujar Yassierli dalam acara Kick Off Paradaya Movement di Kantor Paragon, Jakarta Selatan, Rabu (28/5).
Yassierli menilai bahwa potret ketenagakerjaan Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah angka pengangguran terbuka yang masih berada di angka 4,76 persen. Di sisi lain, mayoritas tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar dan menengah.
β€œSebanyak 85 persen pekerja kita berlatar belakang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK. Ini adalah realitas yang harus kita hadapi bersama. Pengangguran terjadi di berbagai level pendidikan, mulai dari universitas hingga SMK,” jelasnya.
Menaker juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), mulai dari reformasi regulasi, penegakan hukum ketenagakerjaan, hingga penyelesaian persoalan hubungan industrial seperti upah, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan tunjangan hari raya (THR).
β€œKami juga tidak bisa meninggalkan isu-isu penting yang menyangkut pekerja kerah biru (blue collar workers),” tambahnya.
Menurut Yassierli, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal angka pengangguran, tetapi juga bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah pekerja informal di Indonesia terus meningkat. Hingga Februari 2025, proporsinya mencapai 59,40 persen dari total 145,77 juta penduduk yang bekerja. Angka ini naik dibanding Februari 2024 yang tercatat sebesar 59,17 persen.
Sementara itu, proporsi pekerja formal justru mengalami penurunan, dari 40,83 persen pada Februari 2024 menjadi 40,60 persen di periode yang sama tahun ini.
Trending Now