Mendagri Soroti Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Wilayah Tambang
20 Oktober 2025 11:02 WIB
Β·
waktu baca 2 menitDiperbarui 17 November 2025 17:57 WIB

Mendagri Soroti Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Wilayah Tambang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar keran ekspor konsentrat tembaga untuk sementara dibuka kembali.kumparanBISNIS

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti rendahnya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang berdekatan dengan wilayah pertambangan.
Salah satu yang paling dia sorot adalah Papua Tengah, di mana di sana terdapat tambang milik PT Freeport Indonesia (PTFI). Berdasarkan laporannya, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah pada kuartal II 2025 terkontraksi atau minus 9,83 persen.
Menurut Tito, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah merosot imbas operasional PT Freeport terganggu akibat longsor material basah di tambang bawah tanah.
βYang terendah itu adalah Papua Tengah, ini terutama karena Freeport. Jadi Freeport ini ada masalah, kemudian kemarin ada longsor, ada smelter yang terbakar juga pernah, kemarin longsor dan sekarang sudah dihold semua, akibatnya ekspor dari Freeport berkurang dan itu sangat menyumbang angka pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah pak," ujar Tito dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10).
Selain Papua Tengah, Tito juga menyoroti berhentinya ekspor tembaga dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdampak pada pendapatan daerah.
βNTB sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang baik. Namun, karena perusahaan tambang Amman Mineral diperintahkan membangun smelter, ekspor ditahan sehingga pertumbuhan ekonominya menjadi minus,β kata Tito.
Adapun pertumbuhan ekonomi di NTB pada kuartal II 2025 minus 0,82 persen. Tito menyarankan agar ekspor sementara tetap dilakukan meski pembangunan smelter masih berjalan, agar pendapatan daerah kembali pulih.
Menurut Tito, pertumbuhan ekonomi daerah akan selaras dengan pertumbuhan nasional. Target ekonomi nasional bisa tercapai jika pendapatan daerah juga meningkat.
βDaerah-daerah yang pertumbuhannya minus seperti Papua Tengah, NTB, dan Papua Barat tertinggal jauh dibanding wilayah lain yang tumbuh tinggi, bahkan ada yang mencapai 32,79 persen,β ujarnya.
Mantan Kapolri itu berharap seluruh kepala daerah dapat menjaga pertumbuhan ekonomi masing-masing agar di atas rata-rata nasional.
βDengan begitu, pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini berada di 5,12 persen diharapkan dapat meningkat mendekati 6 persen pada akhir tahun, sesuai target Presiden Prabowo,β tutup Tito.
