Mengintip Uji BBM di Kilang Cilacap, Pertamina Pastikan Produk Sesuai Standar

19 Oktober 2025 13:44 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengintip Uji BBM di Kilang Cilacap, Pertamina Pastikan Produk Sesuai Standar
Sebelum dipasarkan, produk-produk BBM Pertamina diuji di lab internal Kilang Cilacap. Termasuk menentukan RON.
kumparanBISNIS
General Manager Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, saat berbincang dengan media di Kilang Cilacap, Sabtu (18/10/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
General Manager Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, saat berbincang dengan media di Kilang Cilacap, Sabtu (18/10/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan produk bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi, salah satunya di Refinery Unit (RU) IV alias Kilang Cilacap, melalui pengujian secara ketat agar memenuhi spesifikasi standar sebelum disalurkan ke masyarakat.
General Manager Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, mengatakan kilang ini memproduksi semua produk BBM, mulai dari Perta Series, solar, avtur, dan yang terbaru adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur berbahan minyak jelantah (Use Cooking Oil/UCO).
Wahyu menjelaskan, sebelum disalurkan ke pasaran, produk-produk BBM tersebut diuji terlebih dahulu di laboratorium internal Kilang Cilacap. Pengujian tersebut termasuk dalam menentukan Research Octane Number (RON) pada BBM.
"Semua kilang yang ada di KPI punya standar yang sama. Kualitas produk yang diberikan ke masyarakat tidak pernah lebih rendah daripada spek migas yang ditentukan, karena kita tidak ingin pelayanan ke masyarakat itu tidak sesuai dengan yang kita janjikan," ungkapnya kepada awak media di Kilang Cilacap, Sabtu (18/10).
Situasi laboratorium internal Refinery Unit (RU) IV atau Kilang Cilacap, Sabtu (18/10/2025). Foto: KPI
Pengujian dilakukan menggunakan mesin CFR (Cooperative Fuel Research) yang merupakan alat standar internasional yang digunakan untuk menguji ketahanan bahan bakar terhadap knocking (detonasi), terutama untuk menentukan angka oktan (RON) dan angka setana (Cetane Number).
β€œMesin ini bekerja dengan mensimulasikan kondisi pembakaran di dalam mesin kendaraan, termasuk tekanan, suhu dan rasio kompresi yang dikontrol secara ketat, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar sesuai standar,” jelas Wahyu
Wahyu menambahkan, semua produk yang diuji dalam laboratorium dipastikan dengan kualitas baik, bahkan bisa melebihi spesifikasi standar. Ia mencontohkan, untuk BBM jenis Pertalite dengan RON 90, dalam pengujian di laboratorium hasil RON yang muncul di alat bisa 90,1 atau 90,2.
Namun, jika angka yang muncul di bawah standar yang ditentukan, maka pengujian dilakukan lagi dari awal, hingga hasilnya sesuai.
β€œJadi RON serendah-rendahnya adalah 90 sesuai standar, tidak boleh kurang tapi bisa di atasnya. Kami tidak pernah menjual BBM ke masyarakat dengan spesifikasi lebih rendah dari yang ditentukan,” ungkap Wahyu.
Dengan begitu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas BBM yang diproduksi oleh KPI. Wahyu menjelaskan semua produk BBM tersebut telah diolah dengan pengawasan ketat, untuk memastikan kualitasnya paripurna sebelum didistribusikan.
Situasi laboratorium internal Refinery Unit (RU) IV atau Kilang Cilacap, Sabtu (18/10/2025). Foto: KPI
β€œSemua produk yang kami hasilkan terjamin kualitasnya, sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sehingga aman untuk digunakan masyarakat,” tandas Wahyu.
Selain pengujian di laboratorium internal, BBM yang diproduksi oleh KPI juga diuji di laboratorium eksternal, salah satunya di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS yang merupakan laboratorium independen, pada periode Agustus-September lalu.
Wahyu mengatakan, hasil pengujian tersebut menunjukkan kalau semua produk BBM olahan KPI memenuhi spesifikasi yang telar disyaratkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Adapun produk yang diuji di LEMIGAS diantaranya BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertadex, Biosolar dan Avtur atau bahan bakar pesawat terbang.
β€œHasil pengujian ini membuktikan kalau proses pengolahan di KPI tetap optimal dan menghasilkan produk energi yang sesuai dengan standar nasional,” pungkas Wahyu.
Trending Now