Menjaga Populasi 'Hiu Paus Raksasa' di Perairan Pulau Maratua
28 November 2025 6:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menjaga Populasi 'Hiu Paus Raksasa' di Perairan Pulau Maratua
PT Pertamina International Shipping dan Konservasi Indonesia melacak hiu paus di Maratua untuk konservasi, cegah kepunahan, dan jaga ekosistem laut.kumparanBISNIS

PT Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Konservasi Indonesia (KI) untuk menjalankan kegiatan konservasi terhadap hiu paus, di perairan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Program konservasi ini telah dilakukan sejak 2023, salah satunya melalui pemasangan label (tagging) untuk melacak pergerakan hiu paus. Melalui tagging, pergerakan hiu paus di Indonesia dapat dipantau secara detail karena alat tersebut terhubung dengan satelit dan perangkat lunak pemantauan.
Data yang terkumpul membantu mengidentifikasi jalur migrasi hiu paus sehingga dapat mengurangi risiko tabrakan dengan kapal.
βMemahami di mana mereka berada, kapan dan ke mana mereka pergi adalah kunci pengelolaannya,β kata Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, saat ditemui di Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim, Selasa (26/11).
Saat ini, dua hiu paus telah terlacak pergerakannya, dengan target pemasangan tag mencapai lima individu di perairan Pulau Maratua.
Menurut catatan Konservasi Indonesia, spesies ikan dengan nama ilmiah Rhincodon typus yang ada di perairan Pulau Maratua ini berukuran 3-5 meter. Sementara itu, apabila saat dewasa ukurannya bisa sampai 9 meter dengan siklus hidup hingga 80 tahun.
Sementara itu, Pjs. Corporate Secretary PIS Alih Istik Wahyuni menjelaskan kegiatan konservasi hiu paus ini sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pentingnya menjaga ekosistem laut, terutama keberadaan hiu paus yang saat ini dalam status terancam punah.
"Nah dari data tersebut tentu kita bisa mengenali perilaku atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh Hiu Paus di daerah sehingga bisa diolah menjadi data-data saintifik selanjutnya," kata Alih.
Sebelumnya, Pertamina Foundation lebih dulu melakukan kegiatan tagging di Whale Shark Center Kwatisore, Nabire, Papua. Tercatat 203 ekor hiu paus di Teluk Cenderawasih, meningkat dari data TNTC sebelumnya yang berjumlah 195 ekor.
Secara global, populasi hiu paus telah menurun sekitar 50 persen dalam beberapa dekade terakhir. Konservasi Indonesia memperkirakan pemulihan populasi baru bisa terlihat dalam waktu 100 tahun jika upaya perlindungan dilakukan secara konsisten.
