Menko Zulhas Pastikan Rantai Pasok Ekspor Udang Aman dari Kasus CS-137
30 September 2025 14:12 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Menko Zulhas Pastikan Rantai Pasok Ekspor Udang Aman dari Kasus CS-137
Kontaminasi radiasi CS-137 hanya terjadi di Cikande. Pemerintah pastikan rantai pasok perikanan nasional dan ekspor tetap aman serta transparan.kumparanBISNIS

Pemerintah menegaskan kasus paparan radiasi cesium-137 (CS-137) pada produk udang Indonesia hanya terjadi di satu titik, yakni kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Kasus ini dipastikan tidak memengaruhi rantai pasok perikanan nasional maupun ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penanganan cepat dilakukan melalui Satgas Penanganan CS-137 yang dibentuk pada 11 September 2025.
โPemerintah melalui Satgas Penanganan Cesium-137 yang kita bentuk pada 11 September 2025 bergerak cepat menangani kasus paparan radiasi cesium-137 pada produk udang dari Cikande, melalui pendekatan ilmiah, sesuai standar internasional dan terukur,โ ujar Zulkifli Hasan di kantornya, Selasa (30/9).
Hasil investigasi menunjukkan kontaminasi hanya bersumber dari satu pabrik di Cikande, yaitu PT Peter Metal Technology (PMT).
Untuk mempercepat penanganan, kawasan industri Cikande ditetapkan sebagai status kejadian khusus radiasi radionuklida CS-137. Pemeriksaan dilakukan terhadap PT PMT dan 15 pemilik lapak besi bekas yang diduga terkait penyebaran sisa material radioaktif.
Sejauh ini, kata Zulkifli, sudah 1.562 pekerja diperiksa untuk memastikan kontaminasi radiasi tidak menyebar ke daerah lain.
Pemerintah juga menyampaikan perkembangan kasus ini kepada IAEA (Badan Energi Atom Internasional) dan Pemerintah Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi sekaligus memastikan kepercayaan pasar global terhadap mutu produk perikanan Indonesia.
โPemerintah memastikan bahwa mekanisme operasi mutu hasil perikanan tetap berjalan sesuai standar nasional dan internasional. Seluruh proses produksi dan distribusi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas,โ jelas Menteri yang akrab disapa Zulhas.
Selain itu, Indonesia diketahui menerima pencemaran CS-137 dari sembilan kontainer zinc concentrate powder yang diimpor dari Filipina. Seluruh 14 kontainer yang sempat masuk diputuskan untuk dikirim kembali ke Filipina.
Terkait kontainer udang yang dikembalikan oleh Amerika Serikat, pemeriksaan dilakukan oleh BRIN. Pemerintah menetapkan ambang batas keamanan 500 becquerel/kg, lebih ketat dibanding standar AS yang 1.200 becquerel/kg.
Zulhas menyebut pemerintah akan terus melakukan pemantauan ketat, melindungi pekerja dan masyarakat, serta memastikan industri udang nasional tetap aman dan berdaya saing.
โTentu mengutamakan keamanan pangan, mengamankan industri udang kita, kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan dunia terhadap mutu hasil perikanan Indonesia. Itu yang kita lakukan,โ ucapnya.
