Menperin-Erick Thohir Susun SNI Wajib di Industri Olahraga

26 November 2025 8:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menperin-Erick Thohir Susun SNI Wajib di Industri Olahraga
Saat ini, terdapat 37 pelaku industri yang telah menghasilkan produk ber-TKDN hingga lebih dari 65 persen, meliputi bola, raket, shuttlecock, perlengkapan gymnastik, hingga peraga pendidikan.
kumparanBISNIS
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menpora Erick Thohir. Foto: Kemenperin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menpora Erick Thohir. Foto: Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terkait penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan standardisasi melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) di industri olahraga.
"Kemenperin mendorong kebijakan izin edar berbasis threshold TKDN dan pemberlakuan SNI wajib untuk berbagai jenis alat olahraga. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa produk yang beredar di Indonesia berasal dari pelaku industri yang memproduksi dengan tingkat kandungan dalam negeri yang memadai serta memenuhi standar mutu dan keamanan," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (26/11).
Saat ini, terdapat 37 pelaku industri yang telah menghasilkan produk ber-TKDN hingga lebih dari 65 persen, meliputi bola, raket, shuttlecock, perlengkapan gymnastik, hingga peraga pendidikan.
“Industri olahraga Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru. Kinerja ekspor yang terus tumbuh, kualitas produk yang meningkat, serta komitmen standardisasi menunjukkan bahwa industri kita semakin siap bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Industri alat olahraga Indonesia terus mencatat pertumbuhan positif. Pada 2024, ekspor tumbuh 4,6 persen menjadi USD 275,3 juta, dan hingga September 2025 nilai ekspor telah mencapai USD 222,3 juta atau naik 11,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk olahraga Indonesia semakin kuat di pasar internasional dengan negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan China.
Menurut data BPS dan SIINas, Indonesia memiliki 128 unit industri alat olahraga yang menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja, tersebar di berbagai provinsi termasuk Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Bali. Pulau Jawa tetap menjadi basis produksi utama dengan 14 Sentra IKM alat olahraga yang berfungsi sebagai pusat produksi, pembinaan, dan pengembangan teknologi.
Di samping alat olahraga, industri olahraga nasional juga mencakup subsektor industri tekstil dan industri pakaian jadi, terutama pakaian olahraga. Selama tiga tahun terakhir, industri pakaian jadi mengalami tantangan besar baik pasar ekspor maupun pasar dalam negeri.
Sementara itu, subsektor industri sepatu olahraga justru menjadi salah satu komoditi industri pengolahan nonmigas terbesar penyumbang nilai ekspor, yaitu di posisi 9 terbesar. Adapun negara tujuan ekspor terbesar industri ini yaitu ke Amerika Serikat (36,1 persen).
Pada subsektor apparel, industri pakaian jadi berkontribusi sekitar 4,3 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, dengan pertumbuhan nilai tambah bruto 5,07 persen pada periode Januari–September 2025. Industri sepatu olahraga juga tetap menjadi komoditas strategis dengan nilai ekspor mencapai USD 3,06 miliar pada Januari–Agustus 2025.
“Melalui TKDN, pemerintah ingin memastikan bahwa belanja produk olahraga nasional dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi industri dalam negeri dan memperkuat ekonomi lokal,” jelas Menperin.
Sementara itu, penerapan SNI terus diperluas sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus peningkatan daya saing produk. “Penerapan SNI bukan hanya memenuhi ketentuan teknis, tetapi memastikan bahwa setiap produk alat olahraga benar-benar aman, berkualitas, dan kompetitif secara internasional,” tegasnya. Hingga kini, sudah terdapat enam pelaku industri yang menjadi pionir produk ber-SNI yang mengikuti standar federasi internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong kemudahan dan keberlanjutan ekosistem industri. “Deregulasi ini jangan mengekang, justru mensupport ekosistem industri agar dimudahkan,” ujar Menpora, yang menambahkan bahwa regulasi yang adaptif akan membuka ruang inovasi dan membantu pelaku industri tumbuh lebih cepat.
Trending Now