Menperin Kenalkan Konsep Gisco: Game Changer Industri Hijau
18 September 2025 16:19 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menperin Kenalkan Konsep Gisco: Game Changer Industri Hijau
Konsep Gisco dari Kemenperin jadi terobosan industri hijau, mengintegrasikan pendanaan, teknologi, dan layanan hijau untuk capai target NZE 2050.kumparanBISNIS

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkenalkan konsep Green Industry Service Company (Gisco) yang merupakan kerangka kerja strategis untuk mempercepat transformasi industri menuju keberlanjutan melalui integrasi pendanaan, teknologi, dan layanan pendukung lainnya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Gisco juga menjadi salah satu jalan bagi Kemenperin untuk menanggapi permasalahan yang ditimbulkan akibat pesatnya pertumbuhan industri, yakni peningkatan emisi.
Agus menyadari, pertumbuhan sektor manufaktur yang mendorong ekonomi nasional juga membuat emisi yang dihasilkan terus meningkat.
βNah ini yang selalu atau terus-menerus kita akan mencari solusinya. Di mata kami, sejak lama ini sudah menjadi wake-up call. Lahirnya Gisco adalah jawaban atas wake-up call tersebut. Jadi terobosan yang menurut pandangan kami akan menjadi game changer adalah Gisco,β tutur Agus dalam gelaran kumparan Green Initiative Conference (GIC) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9).
Menurut Agus, sebanyak 73 persen emisi yang dihasilkan oleh industri bersumber dari peningkatan jumlah energi berbasis bahan bakar fosil yang dikonsumsi industri, termasuk untuk kebutuhan energi produksinya.
Agus mengkhawatirkan emisi yang dihasilkan industri akan terus meningkat dan membuat target Kemenperin dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) 2050 sulit tercapai.
Mantan Menteri Sosial itu kemudian membeberkan bahwa saat ini Kemenperin telah mendapatkan restu dari Bank Dunia (World Bank) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait rencana platform Gisco ini. Bahkan, menurut dia, Bank Dunia juga terlibat dalam pembiayaan Gisco.
βNanti ini akan dibiayai oleh Bank Dunia, jadi bagian dari program Bank Dunia Indonesia melalui soft loan dan juga grant. Ini sudah disetujui oleh Bank Dunia dan Alhamdulillah sudah disetujui juga oleh Bappenas. Jadi, once nanti itu sudah masuk dalam blue book, baru bisa kita eksekusi dan bentuk vehicle-nya sebagai implementasi dari Gisco,β jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan Gisco merupakan sebuah konsep atau platform yang menjembatani pelaku usaha, pihak industri, penyedia teknologi (technology provider), dan juga green financing. Ketiga pihak tersebut penting dijembatani agar tercipta transformasi pada produk hijau.
Dengan demikian, Agus memastikan Gisco akan membuat industri memperoleh layanan terpadu seperti pendampingan teknis, asesmen efisiensi sumber daya, perhitungan jejak emisi, rencana transisi hijau, hingga fasilitasi pembiayaan hijau.
βKeberhasilan ini tentu tergantung pada kolaborasi yang tadi saya sampaikan antara industri, penyedia teknologi, dan lembaga pembiayaan hijau di pasar karbon. Jadi kami menargetkan Gisco sebagai motor penggerak ekosistem industri hijau nasional yang terhubung dengan standar-standar internasional,β tutup Agus.
