Mentan Amran Siapkan Strategi Redam Naiknya Harga Telur Ayam
11 November 2025 13:39 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Mentan Amran Siapkan Strategi Redam Naiknya Harga Telur Ayam
Mentan Amran Sulaiman menyiapkan langkah untuk mengatasi kenaikan harga telur ayam.kumparanBISNIS

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons kenaikan hargatelur ayam yang terjadi pada awal November 2025. Ia memastikan pihaknya langsung turun tangan untuk menyelesaikannya.
"Ya nanti kami panggil, kami panggil perusahaan-perusahaan besarnya," kata Amran di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai dengan minggu pertama November 2025, kenaikan tinggi harga telur ayam ras terpantau terjadi di Kabupaten Kampar senilai Rp 48.333 per kg, naik 17,61 persen, Melawi Rp 42.000 atau naik 10,53 persen, dan Alor Rp 39.667 atau naik 9,92 persen.
BPS mencatat lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan di tengah berkurangnya stok di pasaran. Faktor lain yang memperburuk kondisi yakni kenaikan harga di tingkat supplier dan pemasok, serta adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur ayam ras dalam jumlah besar.
Di sisi lain, hambatan distribusi dari daerah penghasil membuat pasokan tidak stabil, sementara sebagian wilayah melaporkan kenaikan harga pakan ternak yang turut menekan biaya produksi.
Amran mengungkapkan solusi atau strategi jangka panjang mengatasi persoalan tersebut akan difokuskan pada pembangunan ekosistem ayam dan telur terpadu untuk memperkuat rantai pasok nasional.
"Solusi permanennya adalah kita akan bangun ekosistem untuk telur dan ayam. Kita membangun secara terintegrasi ekosistemnya untuk memenuhi MBG," ungkap Amran.
Amran mengatakan dalam jangka pendek menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementan akan mempercepat peningkatan produksi untuk menambah pasokan.
"Kita tingkatkan produksi, DOC (Day Old Chick)-nya kita tambah, grandparent stock-nya kita tambah, semua kita tambah," terang Amran.
Harga Cabai Juga Masih Tinggi
Selain telur, harga cabai merah juga masih tinggi di beberapa wilayah. Berdasarkan data BPS hingga 8 November 2025, Kabupaten Tambrauw dan Halmahera Selatan mencatat harga cabai merah mencapai Rp 96.000 per kg, disusul Kota Merauke Rp 94.667, Kabupaten Nabire Rp 72.333, dan Kabupaten Buton Selatan Rp 60.000.
Fenomena ini terjadi akibat minimnya pasokan dari daerah penghasil, cuaca ekstrem yang menghambat produksi, serta kenaikan harga di tingkat distributor. Sejumlah daerah juga melaporkan adanya gagal panen, seperti di Kabupaten Mukomuko, yang memperparah penurunan pasokan.
Menanggapi hal ini, Amran menyebut fluktuasi harga cabai masih dalam batas wajar, mengingat komoditas tersebut sangat bergantung pada musim dan distribusi.
"Kita akan pantau, tetapi harga cabai sekarang berapa? Rp 50.000, tapi kan pernah Rp 3.000, pernah Rp 10.000. Ini solusi ke depan adalah kalau Koperasi Merah Putih sudah jalan, itu kan punya cold storage, jadi kalau panen puncak masuk di penyimpanan. Kemudian kalau off season kita kembali," jelas Amran.
