Mentan Yakin RI Swasembada Beras: Capaian Tahun Pertama Bapak Presiden

22 Oktober 2025 12:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 17 November 2025 15:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Yakin RI Swasembada Beras: Capaian Tahun Pertama Bapak Presiden
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menargetkan swasembada beras dapat tercapai akhir tahun ini.
kumparanBISNIS
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri konferensi pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri konferensi pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menargetkan swasembada beras dapat tercapai akhir tahun ini. Menurut Amran, target tersebut bisa tercapai jika tidak ada kendala.
Amran menuturkan, berdasarkan proyeksi dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dapat mencapai 34,3 juta ton tahun ini.
“Alhamdulillah kalau tidak ada aral melintang, 1 bulan 2 bulan ke depan kita mencapai swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya, secepat-cepatnya dengan produksi (beras) estimasi 34 juta ton. Ini capaian di pemerintahan tahun pertama Bapak Presiden,” kata Amran dalam Konferensi Pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10).
Selain itu, selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, Amran menuturkan kesejahteraan petani turut meningkat menjadi tertinggi sepanjang sejarah. Saat ini, NTP naik ke 124,36. Menurutnya, hal ini dipengaruhi adanya kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kg.
“Itu instruksi Bapak Presiden langsung menaikkan dari 5.000 menjadi 6.500. Alhamdulillah petani menikmati harga itu. Dan juga serapan bulog tertinggi sepanjang sejarah yaitu 4,2 juta ton. Dan ini tidak pernah terjadi. Ini juga hasil yang membanggakan atas arahan Bapak Presiden,” ujarnya.
Untuk kebijakan, Amran mencatat selama satu tahun pemerintahan Prabowo sudah ada 18 Instruksi Presiden (Inpres) maupun Peraturan Presiden (Perpres) di sektor pertanian. Salah satunya terkait irigasi.
“Sampai hari ini termasuk yang akan diumumkan hari ini adalah itu ada 18 Inpres, Perpres. Irigasi, perbaikan irigasi 2 juta hektare itu juga dikeluarkan beliau,” kata Amran.
Untuk ekspor pertanian, Amran mencatat ekspor pertanian naik 42,19 persen dibanding 2024. Peningkatan lain yang dicatat adalah peningkatan tenaga kerja di sektor pertanian. Ia menyebut kini sudah ada 27 ribu millenial dan generasi Z yang terlibat.
“Sekarang sudah 27 ribu, ikut. Bagaimana caranya supaya (mereka) ikut? Yang pertama adalah menggunakan teknologi tinggi, yang kedua adalah pendapatannya lebih tinggi kalau (dibanding) dia menjadi pegawai atau pekerjaan lain,” ujarnya.
Capaian lain yang turut dipamerkan Amran adalah dimudahkannya regulasi pupuk sehingga kini pupuk subsidi dapat diakses lebih mudah.
“Atas instruksi Bapak Presiden, melalui regulasi yang dikeluarkan, inpres, itu sekarang dari pertanian ke pabrik-pabrik langsung petani. Petani seluruh Indonesia menikmati," kata Amran.
Trending Now