Monash University Luncurkan Program Sarjana Dukung Fresh Graduate Siap Kerja
8 Oktober 2025 19:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
Monash University Luncurkan Program Sarjana Dukung Fresh Graduate Siap Kerja
Monash University Indonesia, resmi meluncurkan program sarjana meliputi tiga bidang studi yaitu bisnis digital, teknologi informasi, serta design.kumparanBISNIS

Perguruan tinggi asing pertama di Indonesia, Monash University Indonesia, resmi meluncurkan program sarjana meliputi tiga bidang studi yaitu bisnis digital, teknologi informasi, serta design.
Sejak berdiri pada 2021, Monash University Indonesia sudah dikenal lewat program pascasarjananya yang bereputasi internasional, serta berbagai riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Prof Matthew Nicholson, Pro Vice-Chancellor & President Monash University Indonesia, menyebut bahwa saat ini Monash University memiliki 85.000 mahasiswa dan kampus di seluruh dunia meliputi Malaysia, Tiongkok, India, Italia, dan Indonesia.
“Universitas asing pertama yang diizinkan berdiri oleh pemerintah Indonesia dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia. Seperti yang mungkin Anda ketahui, kami memulai program-program tersebut di kampus kami pada tahun 2021. Program Magister dan Doktor,” kata Matthew dalam acara Peluncuran Program Sarjana Monash University di Jakarta, Rabu (8/10).
Menurutnya, program-program sarjana ini merupakan perkembangan yang sangat penting, tidak hanya bagi Monash University, tetapi juga bagi Indonesia. Semuanya memiliki hubungan yang nyata dengan industri serta berfokus pada kemampuan kerja lulusan.
“Dan hal penting yang juga menjadi fokus kami adalah menyediakan mobilitas bagi warga Indonesia. Kini, Monash University adalah universitas yang telah meluluskan lebih banyak orang Indonesia daripada universitas lain di luar Indonesia. Lebih dari 10.000 alumni Indonesia,” jelasnya.
Menurut Matthew, ketiga program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masa depan Indonesia yang semakin digital, baik di sektor bisnis, manufaktur, perhotelan, hingga makanan.
Program Sarjana Bisnis Digital hadir karena kini hampir semua bisnis bergerak di ranah digital. Sedangkan Teknologi Informasi menekankan pentingnya kemampuan dalam data science, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan (AI).
“Kita tahu bahwa dengan maraknya kecerdasan buatan, ilmu data, dan analitik data, serta pentingnya pengkodean, anak-anak di sekolah-sekolah Indonesia kini dapat mengambil pengkodean sebagai mata kuliah pilihan,” ujarnya.
Sementara itu, program Sarjana Desain dipilih karena desain dianggap sebagai inti dari kehidupan modern mulai dari desain produk, desain komunitas, desain gedung, desain mobil, hingga transportasi umum.
“Desain merupakan inti dari semua pengalaman yang kita alami sehari-hari. Jadi, menurut saya, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, yaitu inovasi, perubahan, bisnis digital, teknologi informasi, dan desain, berada di garda terdepan dalam perubahan dan garda terdepan masa depan Indonesia,” tambahnya.
Matthew menambahkan sangat penting bagi universitas seperti Monash, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana, untuk berkomitmen meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia masa depan.
Untuk memastikan lulusannya siap kerja, Monash membangun hubungan erat dengan dunia industri. Setiap program memiliki Dewan Penasihat Industri yang terdiri dari para pemimpin perusahaan dan pemerintah. Mereka memberi masukan terkait tren industri dan pembaruan kurikulum agar mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Salah satu cara kita memastikan bahwa lulusan kita siap kerja, siap masa depan, adalah hubungan yang erat dengan industri, memastikan bahwa program kita, kurikulum yang kita miliki, memiliki hubungan yang sangat, sangat erat dengan dunia di mana para mahasiswa ini akan mencari pekerjaan, dan kemudian bekerja,” jelasnya
Selain itu, Monash juga memiliki Jaminan Inovasi Monash (Monash Innovation Guarantee), unit khusus yang memberi mahasiswa kesempatan untuk mengerjakan proyek nyata bersama industri. Program ini akan memberikan pengalaman mahasiswa untuk memecahkan permasalahan bisnis dan mempresentasikan solusi mereka langsung kepada pihak industri.
“Itulah salah satu cara Monash memastikan bahwa ini bukan hanya tentang teori, tetapi tentang penerapan keterampilan teknis, soft skills, dan kemampuan bekerja yang membuat Anda langsung siap bekerja” ujarnya.
Lebih lanjut, Matthew juga menegaskan, seluruh dosen Monash University Indonesia adalah akademisi dengan gelar doktor (PhD) yang aktif melakukan riset bersama industri, pemerintah, dan komunitas. Mereka kemudian menggunakan penelitian tersebut untuk menginformasikan pengajaran mereka.
“Ini adalah sebuah lingkup yang baik, di mana Anda memiliki orang-orang hebat yang melakukan penelitian hebat, menginformasikan pengajaran mereka, dan kemudian menghasilkan lulusan hebat yang siap kerja” ungkapnya.
Reporter: Nur Pangesti
