MRT Jakarta Ungkap Konstruksi Jalur Timur-Barat Dimulai Akhir 2026
27 November 2025 14:26 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
MRT Jakarta Ungkap Konstruksi Jalur Timur-Barat Dimulai Akhir 2026
PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan pembangunan lintas Timur-Barat (East-West Line) akan mulai dikerjakan pada akhir 2026. kumparanBISNIS

PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan pembangunan jalur MRT fase 3 lintas Timur-Barat (East-West Line) akan mulai dikerjakan pada akhir 2026. Kepastian ini disampaikan seiring proses pengadaan proyek yang baru akan memasuki tahap tender pada kuartal IV 2025 sehingga konstruksi belum dapat dilakukan lebih cepat.
Division Head of Project Management for Construction 1 MRT Jakarta, Sony Desta, menyebut masih menyiapkan seluruh kebutuhan tender sebelum masuk tahap pelaksanaan fisik.
"Saya bilangnya akhir 2026 [konstruksi] karena ini tender-nya juga baru mau dimulai. Tapi kami lagi mempersiapkan proses tender dulu. Itu kayaknya di akhir tahun [2026]," ujar Sony di lokasi proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP202, Sawah Besar, Kamis (27/11).
Sony menjelaskan proyek MRT Timur-Barat akan membawa tantangan yang lebih besar dibanding fase sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah rute yang jauh lebih panjang, mencapai 24,5 kilometer, ditambah akses ke depo sepanjang 5,9 kilometer.
"Di sana sebetulnya lebih masif ya, itu [panjang] 24,5 km, ditambah akses ke depo 5,9 km ya. Jadi itu lebih panjang ya ketimbang Fase 1 dan Fase 2," lanjutnya.
Meski lebih kompleks, Sony menegaskan MRT Jakarta bakal tetap menjalankan pembangunan sesuai rencana. Menurutnya, tantangan merupakan bagian dari setiap proyek konstruksi, terlebih pada proyek skala besar seperti ini.
"Setiap proyek pasti ada tantangan cuma masalah panjang bisa jadi tantangannya lebih besar. Apa pun itu kan namanya proyek untuk pembangunan kita jalani," tutur Sony.
Sebelumnya, MRT Jakarta sudah mengantongi komitmen pinjaman senilai Rp 14 triliun untuk pembangunan proyek MRT lintas timur-barat (east-west line) Fase 1 Tahap 1. Proyek itu membentang dari Tomang hingga Medan Satria sepanjang 22,7 kilometer.
"Sudah ada komitmen dari lender sekitar Rp 14 triliun sudah ditandatangani," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, dalam acara MRT Jakarta Fellowship Program di Wisma Nusantara, dikutip Jumat (10/10).
Tuhiyat menjelaskan, pendanaan tersebut berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB). Ia menambahkan, dana pinjaman itu akan difokuskan untuk pembangunan konstruksi tahap awal proyek lintas timur-barat. Bukan termasuk pengadaan kereta.
