Neraca Dagang RI Surplus, Menkeu: Ekonomi Global Tak Seburuk yang Dibayangkan

10 September 2025 14:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Neraca Dagang RI Surplus, Menkeu: Ekonomi Global Tak Seburuk yang Dibayangkan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim saat ini perekonomian global tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang.
kumparanBISNIS
Dua buah kapal melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Dua buah kapal melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim saat ini perekonomian global tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang. Kondisi ini dilihat dia dari kondisi neraca perdagangan Indonesia yang dalam tren surplus selama lima tahun terakhir.
β€œAkumulasi neraca perdagangan sejak Januari hingga Agustus 2025 mencapai 29 miliar dolar, tumbuh signifikan sebesar 52,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menggambarkan global ekonominya yang tidak seburuk yang dibayangkan orang,” tutur Purbaya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (10/9).
Neraca perdagangan yang masih dalam tren surplus menurutnya menjadi tanda mesin-mesin ekspor Indonesia masih bisa mengisi kebutuhan di pasar global.
Dia membeberkan data neraca perdagangan secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2025 sebesar USD 29 miliar, meningkat 52,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 19 miliar.
Menurut dia, kinerja neraca perdagangan ini ditopang ekspor yang secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai USD 185,3 miliar dolar. Angka ini tumbuh 7,8 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar USD 171,9 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kanan), Anggito Abimanyu (kiri) dan Suahasil Nazara (kedua kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Sementara itu, impor sepanjang Januari-Agustus tercatat USD 156,3 miliar dolar atau tumbuh 2,3 persen dari periode yang sama sebesar USD 152,9 miliar.
Meski demikian, Purbaya menyoroti pertumbuhan impor pada periode tersebut tidak lebih besar dari tumbuhnya ekspor pada periode yang sama.
β€œIni mencerminkan ekonomi domestik yang aktif baik dari sisi konsumsi maupun produksi, termasuk aktivitas impor yang mendukung produksi barang-barang untuk tujuan ekspor,” imbuhnya.
Dia juga meyakini kinerja perdagangan Indonesia didorong oleh ditekennya tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia yang lebih rendah dari negara lain, yaitu 19 persen.
Selain itu, dia juga melihat adanya peran penyelesaian perjanjian internasional dengan Eropa yaitu IEU CEPA dan bergabungnya Indonesia dengan BRICS dalam kinerja neraca perdagangan Indonesia Januari-Agustus 2025.
β€œDari sisi komoditas, ekspor terutama ditopang produk industri pengolahan, antara lain CPO dan turunannya serta besi baja yang tangguh kuat,” kata Purbaya.
Trending Now