Nikmatnya Menghabiskan Masa Tua di Senior Living Premium
19 Oktober 2025 12:30 WIB
ยท
waktu baca 7 menit
Nikmatnya Menghabiskan Masa Tua di Senior Living Premium
Harga yang dipatok mungkin terdengar 'wow' untuk sebagian masyarakat, tapi nyatanya layanan ini bisa dijangkau oleh senior dari kalangan atas yang ingin menikmati hari tua dengan nyaman.kumparanBISNIS

Satu jam dari Jakarta, jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota. Namun, letaknya dekat ke berbagai fasilitas gaya hidup. Kawasan Sentul di Kabupaten Bogor mungkin jadi pilihan warga untuk bermukim. Tak terkecuali untuk menikmati masa tua.
Ada salah satu senior living (hunian lansia) yang berlokasi di kawasan ini yaitu RUKUN Senior Living. Lokasinya berada di dalam satu kompleks yang isinya berbagai layanan senior, bahkan ada kompleks pemukiman khusus senior di sana. Ya, di sini mereka memang disebut senior.
Senior living berdiri di tanah seluas kira-kira 2 hektare dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Dari 30 kamar yang tersedia, sebanyak 24 kamar sudah terisi. Senior bisa memilih kelas-kelas kamar yakni ideal, duluxe, dan supreme.
Tim kumparan tiba di sana cukup pagi, sekitar 09.30, langsung ada lobi dan restoran yang menyediakan makanan dan minuman. Pintu masuk juga dekat dengan ruang makan para senior.
Pagi hari merupakan waktu para senior melakukan aktivitas, pagi itu diawali dengan senam. Kalau kata warga di sana, ada cek tensi juga tiap paginya.
Warga mengacu kepada mereka yang tinggal di senior living jangka panjang dan menginap, ada juga member yang datang pagi pulang sore mirip di daycare atau senior club.
Tim kumparan berkesempatan berkeliling senior living, mulai dari ruang-ruang kegiatan, kamar tidur, sampai fasilitas outdoor. Fasilitas-fasilitas di sana tergolong mewah dan terawat.
Ruangan indoor yang sempat kami sambangi yakni game room, di sana senior bisa melakukan berbagai kegiatan mulai dari menonton film hingga bermain game board. Kalau art room digunakan untuk kegiatan art and craft hingga melukis.
Untuk kamar, semuanya kamar mandi dalam dan ada tiga kelas kamar yang bisa dipilih. Kamar-kamar itu punya fasilitas setara dengan kamar hotel.
Berapa Harga yang Harus Dibayar?
Biaya di RUKUN Senior Living mulai dari Rp 21 juta sampai Rp 39 juta per bulan untuk satu orang. Kalau tinggal berdua bisa lebih murah, misal kamar supreme Rp 39 juta per bulan, berdua jadi Rp 45 juta. Biaya ini sudah termasuk seluruh layanan di senior living.
Ryan Tejo Kusumo, Head of Division RUKUN Senior Living merinci apa saja layanan yang dapat dinikmati lansia di sana.
"Senior kita itu udah bebas repotlah. Udah enggak perlu repot-repot lagi. Senior datang tinggal menikmati hari-harinya aja. Karena segala urusan rumah tangga itu sudah dibantu oleh housekeeping, ada laundry, makan sudah disiapkan tiga kali sehari, coffee break sudah kita siapkan," ujar Ryan saat ditemui di lokasi, Jumat (3/10).
Kamar tipe paling tinggi adalah tipe supreme punya balkon yang langsung menghadap ke danau dan kolam renang, sekaligus pemandangan perbukitan dan kawasan hijau di sekitar Sentul.
Fasilitas outdoor ada kolam renang, taman, dan beberapa gazebo. Kolam renang bisa dipakai para senior untuk latihan bergerak, gazebo biasanya dipakai senior untuk berkumpul dan saling mengobrol bersama. Di sore hari, para senior keluar ke taman. Seluruh fasilitas yang tersedia bebas digunakan oleh para senior.
Bidik Kalangan Menengah Atas
Harga yang dipatok di sini mungkin terdengar 'wow' untuk sebagian masyarakat, tapi nyatanya layanan ini bisa dijangkau oleh senior dari kalangan atas yang ingin menikmati hari tua dengan nyaman.
Warga senior di RUKUN Senior Living umumnya datang dari kalangan pengusaha atau mereka yang dulunya bekerja di luar negeri. Ada yang datang atas kemauan sendiri ada juga yang diantarkan sang anak.
"Kita main di segment high end sebetulnya. Kita high end sebetulnya ya. Kalau target kita ke situ sebetulnya," ujar Ryan.
Setelah mengamati fasilitas dan layanan yang ditawarkan, tidak heran bila biaya yang harus dibayar tinggi.
Ryan menyebut hal itu tak terlepas dari fasilitas yang ditawarkan, serta pemanfaatan teknologi dan kesiapan SDM yang menunjang operasional senior living.
"Kalau modal tentu besar ya. Kita lihat fasilitasnya juga kita kan main tadi ya di kalangan atas ya. Konsumen yang atas. Kemudian kita juga banyak invest di teknologi. Teknologi, sekarang sistem dokumentasi kita sudah di terdigitalisasi semua yang berkerja-sama dengan vendor dari Singapura," terangnya.
Kalau bicara dari kawasan mana saja para senior berasal, paling banyak datang dari Jakarta dan daerah sekitar Jabodetabek.
Tidak hanya menargetkan pemasukan dari layanan senior, RUKUN Senior Living juga memutar otak memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada.
"Karena memang secara okupansi kita juga masih 80%-an, sedangkan fasilitas kita idle gitu ya. Jadi kita fungsikan sebetulnya seperti ballroom, kita juga open untuk corporate atau dinas meeting atau conference, itu bisa pakai beberapa ruangan di kita," jelas Ryan.
Sektor Ini Mulai Dilirik Investor
Ryan mengaku sudah banyak investor yang mulai melirik bisnis di sektor pelayanan senior, tak terkecuali investor asing. Ia juga menyebut tren senior living cendering positif, signifikan naik, dan stabil.
"Kesadaran keluarga atau masyarakat terkait konsep seperti RUKUN ini juga bagus gitu. Mereka ingin orang tuanya dirawat dengan apa ya? dengan kesehatan diperhatikan gitu ya," terang Ryan.
Bicara keuntungan, kata Ryan potensial. Namun, perlu pula mempertimbangkan keuntungan dari aspek lainnya, contohnya keuntungan dari aspek sosial kita dapat memberikan ruang komunitas-komunitas senior untuk tetap berperan aktif dalam kegiatan atau acara yang diselenggarakan oleh RUKUN sebagai bentuk kolaborasi industri dengan komunitas.
"Kita punya keleluasaan untuk menentukan standar gitu, benchmark dari sekolah-sekolah juga terkait kurikulum ke sini. Seperti itu. Jadi selain finansial ada keuntungan lainnya secara sosial dan edukasi formal tentunya," ungkapnya.
Ia memprediksi sektor ini akan mulai tumbuh pesat di 2030.
"Trennya akan hype itu di 2030. Yes, jadi sudah masuk ke apa? Eranya milenial sebetulnya. Milenial kan lebih aware mereka terkait apa? hidup, gaya hidupnya ya, gaya hidup mandiri, gaya hidup yang aktif, dan lain sebagainya," jelasnya.
Jika kamu tertarik menghabiskan masa tua di senior living swasta, kamu harus mempersiapkan dari sekarang.
"Dengan tadi persiapan finansial yang baik ketika muda, kita jadi punya keleluasaan, opsi untuk kita mau di mana menua. Menikmati masa tua di mana," ujarnya.
Kata Warga dan Member Senior
Umar (63) sudah tinggal di sana selama empat tahun. Ia dulunya bekerja di sektor pertambangan dan bergabung jadi warga senior living atas keinginannya sendiri, saat itu ia terkena stroke.
Keinginannya juga diamini oleh kedua anaknya yang turut mendukung keputusannya.
"Saya berkepikiran kalau saya di rumah kasihan anak saya. Tiap jam dia telepon, ngecek-ngecek, ngecek-ngecek terus. Ya udah, cari tempat yang apa? Tempat seperti inilah," cerita Umar sambil bermain mahjong bersama tim kumparan, Jumat (3/10).
Sekarang, ia sudah sehat dan termasuk senior yang sangat aktif bahkan sering berkegiatan di luar senior living. Selain senior living, masih di kawasan yang sama, ada juga layanan senior lain seperti senior club, home care, sampai The Villas. Kegiatan senior club berlokasi di senior living.
Ada saran dari Umar untuk anak-anak muda. Katanya, anak muda harus menyiapkan tabungan masa tua sedini mungkin.
"Kalau advice saya sih, pada saat kamu masih muda, harus giat kerja, nabung, supaya enggak ngerepotin orang. Jadi begitu udah dewasa, udah pantesan lansia, kamu udah ada tabungan buat tinggal di sini," ujarnya.
Farida (74) salah satu member senior club juga tinggal di The Villas. Jarak The Villas kurang lebih hanya 500 meter dari senior living, jadi sangat dekat.
"Saya kan udah beli rumah di sini, di Villas. Ini pagi-pagi datang ke sini, ya ikut kegiatan di sini. ya habis di rumah sendirian kan, enggak ada orang," kata Farida kepada kumparan, Jumat (3/10).
Dia mengaku senang berkegiatan di senior club, ada banyak teman di sana. "Enak, bisa bisa bercanda, bisa, ya kayak kita kembali ke masa muda dulu ya," tambahnya.
Biasanya Farida menuju ke senior club diantar-jemput mobil, dia bisa memilih kapan mau datang dan pulang. "Dijemput mobil dari sini. Pulang sesuka saya, pulang jam berapa nanti diantar, di-drop," katanya.
Saking akrabnya dengan teman-teman di sana, Farida bilang punya kelompok yang namanya 'geng pojok', sesuai dengan posisi duduknya bersama teman-temannya di ruang makan.
