OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Edukasi Keuangan

25 Oktober 2025 9:07 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Edukasi Keuangan
OJK menggelar puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Surabaya.
kumparanBISNIS
OJK gelar puncak bulan inklusi keuangan di Surabaya. Foto: Dok. OJK
zoom-in-whitePerbesar
OJK gelar puncak bulan inklusi keuangan di Surabaya. Foto: Dok. OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, dengan rangkaian acara yang diawali dengan Road to BIK pada September-Oktober 2025. Acara ini diikuti oleh Kantor OJK Daerah, regulator, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan PUJK di seluruh Indonesia.
Selama periode BIK 2025, tercatat ada 10.874.634 peserta edukasi keuangan yang berhasil secara signifikan meningkatkan jangkauan peserta sebesar 67,87 persen dibandingkan BIK tahun lalu. Lalu ada 5.182 kegiatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.
Akses keuangan baru yang terbuka untuk 3,55 juta rekening perbankan baru, 1,47 juta rekening pinjaman perusahaan pembiayaan baru, 720 ribu akun fintech baru, 951 ribu polis asuransi baru, 643 ribu rekening pasar modal baru dan 5,01 juta rekening pergadaian baru.
Kegiatan BIK 2025 juga berhasil menjangkau 180 Desa Tertinggal yang tersebar di 73 Kabupaten/Kota di wilayah 3T.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan OJK terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat yang berperan penting dalam mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan. Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang semakin tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
β€œSektor jasa keuangan memiliki potensi yang mampu melipatgandakan perekonomian, bahkan dapat menjadi beberapa kali lebih besar dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat,” kata Mahendra dalam keterangannya, Sabtu (25/10).
OJK gelar puncak bulan inklusi keuangan di Surabaya. Foto: Dok. OJK
Mahendra menegaskan peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak boleh berhenti pada kepemilikan rekening tabungan. Masyarakat harus diarahkan untuk memanfaatkan produk keuangan secara lebih produktif, seperti pembiayaan, investasi pasar modal, obligasi, hingga asuransi sehingga sektor jasa keuangan dapat memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional maupun daerah.
β€œInilah yang akan melipatgandakan perekonomian berkali-kali lebih besar daripada PDRB. Dengan literasi dan inklusi yang kuat sebagai modal dasar, kini kita harus mendorong utilisasinya agar semakin optimal,” ujarnya.
Gelaran ini mengusung tema Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menekankan inklusi keuangan harus berprinsip No One Left Behind, terutama bagi penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T.
β€œIni bukan hanya soal pencapaian angka, melainkan tentang kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Mahendra.
Mahendra melihat pentingnya edukasi yang tepat sasaran, inklusi yang bertanggung jawab, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.
Sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, OJK menggelar Financial Expo (FinExpo) 2025 di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 23-26 Oktober 2025.
Pameran ini melibatkan kementerian/lembaga, pelaku jasa keuangan, asosiasi, dan UMKM, serta menghadirkan layanan dan konsultasi keuangan langsung kepada masyarakat. FinExpo 2025 dibuka dengan Prosesi Harmoni Finansial yang menjadi simbol penguatan sinergi sektor keuangan nasional.
Trending Now