Pabrik Pupuk NPK Nitrat Mulai Dibangun di Karawang, Target Beroperasi 2027

23 Desember 2025 15:37 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
clock
Diperbarui 31 Desember 2025 17:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik Pupuk NPK Nitrat Mulai Dibangun di Karawang, Target Beroperasi 2027
Pupuk Kujang memulai pembangunan pabrik pupuk NPK Nitrat di Karawang pada Selasa (23/12).
kumparanBISNIS
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wamentan Sudaryono dan Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi usai gelaran groundbreaking pabrik Pupuk NPK Nitrat Pupuk Kujang, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wamentan Sudaryono dan Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi usai gelaran groundbreaking pabrik Pupuk NPK Nitrat Pupuk Kujang, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang, memulai pembangunan pabrikpupuk NPK Nitrat di Kawasan Industri Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12).
Direktur Utama (Dirut) Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun, pabrik ini akan mengurangi importasi NPK Nitrat Indonesia yang saat ini sebanyak 450 ribu ton per tahun.
β€œSelama ini Indonesia mengimpor NPK Nitrat 450 ribu ton. Hari ini kita bangun 100 ribu ton di Pupuk Kujang. Investasinya hampir Rp 600 miliar, Rp 550-an miliar. Produksinya 100 ribu ton,” ujar Rahmad saat groundbreaking pabrik pupuk NPK Nitrat Pupuk Kujang, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12).
Rahmad sebagai pemimpin holding perusahaan pelat merah sektor Pupuk memberikan pesan kepada Pupuk Kujang agar menjaga pembangunan sesuai dengan target yaitu 21 bulan. Dengan demikian, pabrik ini ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.
Rahmad menuturkan pembangunan pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia ini akan menambah pendapatan Pupuk Kujang senilai Rp 1,5 triliun per tahun.
β€œKalau harga NPK Nitrat hari ini mungkin Rp 13 (juta) sampai Rp 14 (juta) atau bahkan Rp 15 juta per ton. Berarti kalau Rp 15 juta dikalikan 100 ribu (ton) itu revenue-nya bisa Rp 1,5 triliun,” jelasnya.

Target 7 Pabrik Rampung dalam Lima Tahun

Ilustrasi pupuk NPK. Foto: Shutterstock
Pembangunan pabrik ini juga menjadi satu dari tujuh pabrik yang pembangunannya ditargetkan rampung pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Rahmad menuturkan beleid itu menjadi solusi dari adanya temuan pabrik-pabrik tua yang tidak efisien secara produktivitas atau boros. Aturan itu menginstruksikan untuk membangun dan merevitalisasi pabrik pupuk di Indonesia.
Dia menjelaskan selain pabrik pupuk milik Pupuk Kujang, saat ini sedang ada pembangunan pabrik pupuk milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Sriwidjaja, kemudian nanti dilanjutkan dengan pembangunan pabrik pupuk oleh PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Iskandar Muda.
β€œJadi itulah yang kita lakukan dengan demikian sesuai dengan amanah di Perpres 113, kita akan bangun pabrik pupuk yang lebih baru, lebih modern, lebih efisien,” terang Rahmad.
Revitalisasi pabrik pupuk ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya distribusi, serta menjamin ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani di Indonesia.
β€œKami tentu siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo. Revitalisasi pabrik pupuk akan kami dorong agar produksi lebih efisien, pasokan lebih stabil, dan harga lebih terjangkau bagi petani. Ini sejalan dengan semangat besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menuturkan, program yang ditargetkan rampung pada 2029 ini melibatkan tujuh pabrik pupuk yang terdiri dari dua pabrik yang akan direvitalisasi dan lima pabrik baru yang akan dibangun.
β€œSampai dengan 2029 dan targetnya adalah membangun tujuh pabrik pupuk baru. Salah satunya adalah mengganti yang pabrik yang sudah terlalu tua, selain itu juga substitusi pupuk impor. (Investasinya) Rp 57 triliun,” tutur Sudaryono dalam kesempatan yang sama.

Upaya Mewujudkan Swasembada Pangan

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan sederet instansi terkait termasuk Pupuk Indonesia sebagai holding perusahaan pelat merah sektor pupuk, terus berupaya mewujudkan swasembada pangan.
Dari sisi harga, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Amran juga menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Amran bekerja sama dengan Pupuk Indonesia juga mencabut izin distributor pupuk yang tidak menaati kebijakan tersebut.
Dari sisi ketersediaan, untuk 2025 Pupuk Indonesia menyiapkan 9,55 juta ton pupuk subsidi. Variasi pupuk yang disalurkan adalah pupuk urea 4.634.106 ton, pupuk NPK 4.268.096 ton, pupuk organik 500.000 ton, dan pupuk NPK untuk kakao 147.798 ton.
Kemudian untuk memastikan ketersediaan stok menghadapi musim tanam pada Oktober 2025 hingga Maret 2026, Kementan melalui Pupuk Indonesia juga menyiapkan sebanyak 1,2 juta ton pupuk subsidi.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 259 persen dari ketentuan minimum stok yang dipersyaratkan pemerintah. Selain itu, terdapat 480 ribu ton pupuk non-subsidi yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani di luar alokasi subsidi.
Secara keseluruhan pada tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi untuk pertanian yang disiapkan pemerintah adalah sebesar 9,5 juta ton dan khusus sektor perikanan 259 ribu ton dengan total anggaran Rp 46 triliun. Angka ini lebih tinggi Rp 2,71 triliun bila dibandingkan dengan outlook tahun 2025 sebesar Rp 44,15 triliun.
Trending Now