Pandu Sjahrir Pastikan TOBA Tak Ikut Proyek Waste to Energy Danantara

3 November 2025 15:34 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pandu Sjahrir Pastikan TOBA Tak Ikut Proyek Waste to Energy Danantara
Penegasan ini disampaikan Pandu Sjahrir karena dia bagian dari TOBA. Manajemen pastikan tak ikut proyek Danantara ini.
kumparanBISNIS
Pandu Sjahrir. Foto: Yasuyoshi Chiba / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pandu Sjahrir. Foto: Yasuyoshi Chiba / AFP
Chief of Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, memastikan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tidak ikut proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).
Pandu, yang merupakan eks Wakil Direktur Utama TOBA, mengatakan perusahaan sudah mendeklarasikan tidak ikut tender atau lelang proyek Waste to Energy milik Danantara.
"Minggu lalu kalau saya tidak salah teman-teman TOBA udah declare tidak bakal ikutan untuk proyek yang menyangkut WtE Danantara," ungkapnya saat Coffee Morning Danantara, Senin (3/11).
TOBA sebelumnya mengatakan akan fokus memperluas peluang ekspansi proyek pengolahan limbahnya ke pasar internasional, sehingga proyek waste to energy Danantara tidak menjadi prioritas. Hal tersebut disampaikan manajemen TOBA saat paparan kinerja kuartal III 2025, Selasa (28/10).
SVP Corporate Finance and Investor Relations PT TBS Energi Utama, Mirza Rinaldy Hippy, mengatakan inisiasi bisnis waste management TOBA telah dimulai sejak 2018 dan sudah menunjukkan hasil sejak perusahaan ekspansi bisnis ke pasar Asia Tenggara di 2023, melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan terakhir CORA Environment di 2025.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan divestasi dua aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas total 200 MW. Foto: Dok. PT TBS Energi Utama
Mirza menjelaskan, kemajuan bisnis pengelolaan limbah ini menjadi sebuah keuntungan sekaligus peluang bagi TOBA untuk membentuk platform pengolahan limbah regional di Asia Tenggara melalui ekspansi ke pasar internasional.
"Bisnis pengolahan limbah di pasar internasional Asia Tenggara memiliki potensi yang menarik sehingga keikutsertaan dalam proyek waste to energy yang dijalankan oleh Danantara tidak menjadi prioritas bagi TBS," jelasnya melalui keterangan resmi.
Saat ini, kata Mirza, perusahaan sedang menjajaki peluang investasi dan akuisisi bisnis hijau di pasar regional, seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand.
β€œSelain akuisisi, perseroan juga aktif melakukan ekspansi organik melalui investasi belanja modal untuk penambahan kapasitas pengelolaan dan penambahan fasilitas daur ulang di Singapura," imbuhnya.
Cora Environment adalah anak usaha TOBA yang dipersiapkan sebagai salah satu jangkar bisnis setelah perusahaan meninggalkan sepenuhnya bisnis batu bara pada 2030 mendatang.
Entitas ini sebelumnya bernama SembWaste dan Sembcorp Environment, yang diakuisisi TOBA pada awal tahun ini. Sembcorp Environment Pte Ltd merupakan perusahaan regional Asia Tenggara, berbasis di Singapura, yang fokus pada bisnis ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah. Sebagai pemain di bisnis pengolahan limbah di tingkat regional, TOBA sejatinya paling siap mengembangkan bisnis waste to energy.
Pernyataan manajemen TOBA tersebut juga meluruskan berbagai rumor yang beredar selama ini bahwa TOBA akan diuntungkan dalam proyek WtE Danantara. Rumor ini berkembang karena salah satu petinggi Danantara adalah Pandu Sjahrir yang menjabat sebagai Chief Investment Officer.
Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
TOBA mencatat hingga September 2025, segmen pengelolaan limbah menghasilkan pendapatan USD 111,92 juta menyumbang sekitar 39 persen dari total pendapatan konsolidasi, serta 88 persen dari adjusted EBITDA. Dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ), porsi bisnis WtE juga tercatat lebih tinggi.
Dari aspek operasional, CORA Environment di Singapura dan Indonesia mengelola hampir 1 juta ton limbah per tahun dan melayani lebih dari 470 ribu pelanggan serta ribuan perusahaan.
Selain CORA, Asia Medical Enviro Services (AMES) telah memproses lebih dari 3 ribu ton limbah rumah sakit di Singapura. Adapun ARAH Environmental telah mengelola lebih dari 6.000 ton limbah rumah sakit dan domestik di Indonesia. AMES dan ARAH merupakan anak usaha TOBA yang fokus pada pengolahan limbah rumah sakit.
Moncernya bisnis pengolahan limbah di Singapura dan Indonesia, membuat perusahaan untuk ancang-ancang ekspansi ke negara lain di regional, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Trending Now