Pasokan Bahan Baku Terancam, Kadin Soroti Dampak Banjir Sumatera bagi Industri

8 Desember 2025 4:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasokan Bahan Baku Terancam, Kadin Soroti Dampak Banjir Sumatera bagi Industri
Kadin berharap pemerintah segera perbaiki infrastruktur, terutama akses jalan darat. Rantai pasok bisa terhambat terutama jelang Nataru.
kumparanBISNIS
Foto udara pembangunan jembatan bailey di Teupin Mane, Juli, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara pembangunan jembatan bailey di Teupin Mane, Juli, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mulai memicu kekhawatiran pelaku usaha. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyoroti potensi gangguan logistik yang bisa berdampak luas terhadap industri hingga kebutuhan masyarakat.
Menurut Sarman, hal paling dikhawatirkan saat ini adalah pasokan bahan baku industri yang umumnya mengandalkan jalur darat. Jika kondisi banjir terus berlangsung dan akses belum pulih, industri berpotensi menghadapi hambatan pasokan.
β€œTentu yang sangat dikhawatirkan adalah pasokan bahan baku industri yang logistiknya melalui jalur darat,” tutur Sarman kepada kumparan, Minggu (7/12).
Selain itu, dia menyoroti risiko terganggunya pasokan bahan pokok pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Hal lain yang diwaspadai adalah potensi gangguan pada kelancaran distribusi BBM yang bisa menimbulkan antrean panjang dan menghambat mobilitas masyarakat maupun distribusi antarwilayah.
Warga merunduk melewati tiang listrik yang roboh akibat banjir bandang di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTO
Sarman berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur yang berkaitan dengan jaringan logistik, terutama jalur darat yang menjadi tumpuan distribusi barang.
β€œTerutama daerah-daerah yang sebentar lagi merayakan Natal pasokan bahan pokok pangan agar dipastikan lancar sehingga tidak memicu kenaikan harga,” jelasnya.
Hingga saat ini, Sarman menyebut belum ada laporan signifikan dari pabrik-pabrik terkait gangguan produksi. Namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai mengingat dampak banjir yang luas. Terkait kerugian, dia mengatakan belum ada sumber resmi yang bisa memberikan angka pasti.
β€œSampai saat ini belum ada sumber yang bisa menghitung kerugian, yang pastinya sangat besar baik kerugian infrastruktur maupun harta benda masyarakat seperti rumah, kendaraan, lahan sawah dan kebun serta tempat usaha pelaku UMKM,” katanya.
Trending Now