Pelindo Kembangkan BMTH, Kapal Pesiar Bisa Sandar Berbarengan di Pelabuhan Benoa

15 November 2025 12:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelindo Kembangkan BMTH, Kapal Pesiar Bisa Sandar Berbarengan di Pelabuhan Benoa
Pelindo sedang mengembangkan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di area Pelabuhan Benoa.
kumparanBISNIS
Kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali. Foto: Moh Fajri/kumparan
PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo serius mengembangkan Pelabuhan Benoa, salah satunya lewat Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Pelabuhan tersebut diharapkan menjadi gerbang pariwisata internasional dengan bersandarnya kapal pesiar.
Pelabuhan Benoa saat ini bisa disandari kapal pesiar secara berbarengan. Terbaru, ada kapal pesiar mewah, Viking Venus dan Silver Moon yang terparkir di dermaga secara bersamaan pada Jumat (15/11). Sebelumnya, hanya satu kapal pesiar yang bisa bersandar. Sementara kapal lainnya yang berbarengan tiba harus berlabuh dulu di wilayah Pelabuhan Benoa.
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, mengatakan kedatangan kedua cruise yang tercatat sebagai kapal pesiar ke 50 dan ke 51 tahun ini menjadi capaian penting bagi Pelindo Regional 3.
Ia menegaskan kemampuan dan kompetensi Pelindo dalam melayani kedatangan 2 kapal cruise internasional secara bersamaan. Kedua cruise tersebut membawa lebih dari 2.000 orang dengan rincian Cruise Silver Moon 950 orang (kru dan penumpang) dan Cruise Viking Venus 1.377 orang (kru dan penumpang).
Agung menjelaskan saat ini Pelabuhan Benoa memiliki kapasitas eksisting terminal internasional sebanyak 3.000 orang dan fasilitas dermaga 500 meter. Ke depan, dermaga Pelabuhan Benoa akan dikembangkan dengan total panjang 1.300 meter, sehingga mampu disandari oleh 4 cruise secara bersama.
β€œSecara teknis kami sudah mampu melayani kedatangan cruise yang datang bersamaan, bahkan Februari lalu 3 cruise sandar bersama pernah kita layani, terminal kami pun mampu melayani proses turn around (embarkasi-dembarkasi) 3.000 orang sekaligus, sehingga bisa kami sampaikan bahwa dari sisi fasilitas dan layanan kami siap menjadi home port tourism,” ujar Agung di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (15/11).
Kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali. Foto: Moh Fajri/kumparan
Agung menegaskan dampak positif kunjungan wisatawan asing yang datang ke Bali melalui Pelabuhan Benoa tersebut menjadi salah satu multiflier efek dari pengembangan BMTH yang dikerjakan oleh Pelindo. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), BMTH menata kawasan pelabuhan menjadi dua area pengembangan yang didalamnya terdapat berbagai Kawasan khusus di antaranya Area Tourism, Area Marina, Area Entertainment, taman hingga area Multipurpose.
Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, mengatakan saat ini progress pengembangan infrastuktur BMTH sudah rampung 100 persen. Sejumlah investor telah masuk dan mulai berinvestasi di BMTH salah satunya Adalah PT Marina Development Indonesia (MDI) yang saat ini sedang berinvestasi membangun area marina di area pengembangan 1 BMTH.
β€œSaat ini sedang dilakukan pengembangan kawasan marina di area pengembangan 1. Ini merupakan bentuk Kerjasama antara anak Perusahaan kami PT SPSL dengan PT MDI, nantinya akan dibangun dermaga ponton yang siap menampung sekitar 180 kapal yacht di BMTH, ini adalah salah satu manfaat berlipat yang diharapkan di BMTH,” tutur Fariz.
Sementara itu, Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo, Karlinda Sari, memastikan kehadiran BMTH tidak sekadar memberikan dampak pada pelabuhan, tetapi juga mampu mendongkrak kunjungan wisata di Bali. Pelindo berkerja sama dengan stakeholder dan agen pariwisata lokal, untuk mewujudkan hal tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya.
"Salah satunya, Pelindo telah menyiapkan desa binaannya yaitu desa wisata Panglipuran sebagai salah satu destinasi wisata internasional termasuk para wisatawan cruise yang singgah. Hasilnya kurang lebih 400 wisatawan asing yang singgah dari Pelabuhan Benoa berkunjung ke desa panglipuran setiap tahunnya,” terang Karlinda.
Data dari Pelindo menyebutkan tren kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 48 kali kunjungan dengan arus penumpang mencapai 78.241 orang. Setahun berikutnya meningkat menjadi 56 kunjungan dengan 107.717 penumpang.
Tahun ini, hingga awal November 2025, sudah ada 49 kapal yang bersandar dengan 96.013 penumpang. Total diperkirakan mencapai 66 kapal hingga akhir tahun. Menariknya, untuk tahun 2026, sudah 73 kapal pesiar yang terdaftar akan singgah di Benoa, menunjukkan minat yang kian besar dari operator dunia.
Trending Now