Pembayaran Subsidi dan Kompensasi BBM-Pupuk Capai Rp 315 T per Oktober 2025
20 November 2025 17:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
Pembayaran Subsidi dan Kompensasi BBM-Pupuk Capai Rp 315 T per Oktober 2025
Kemenkeu mencatat realisasi tersebut turun 3,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.kumparanBISNIS

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, membeberkan realisasi itu terdiri dari subsidi Rp 194,9 triliun dan kompensasi senilai Rp 120 triliun.
“Subsidi dan kompensasi telah disalurkan, telah dibayarkan kepada badan usaha penyalur itu Rp 315 triliun. Kalau subsidi secara rutin tiap bulan dibayarkan, kalau kompensasi kita lihat kompensasi tahun 2024 dilunasi, kuartal I 2025 sudah dibayarkan,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).
Berdasarkan paparan Suahasil, dari sisi penyaluran barang BBM, realisasi mencapai 13.915 ribu kiloliter per 31 Oktober 2025, setara 72 persen dari target 2025 sebesar 19.410 ribu kiloliter. Angka ini tumbuh 3,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penyaluran LPG 3 kilogram mencapai 6,353 juta kg atau 72 persen dari target 2025 sebanyak 8,170 juta kg, naik 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Untuk listrik, pelanggan yang menikmati listrik bersubsidi mencapai 42,5 juta atau 110 persen dari realisasi 2024, meningkat 2,9 persen.
“Jadi kita melihat bahwa makin banyak masyarakat yang mendapatkan sambungan listrik dengan harga bersubsidi,” ungkap Suahasil.
Sektor pertanian juga mendapat dukungan signifikan melalui pupuk bersubsidi, dengan realisasi mencapai 6,5 juta ton atau 73 persen dari target 8,9 juta ton. Angka itu tumbuh 10,8 persen.
“Artinya masih sekitar 27 persen lagi kuota, masih akan ada untuk penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Suahasil.
Realisasi Alokasi MBG-Penyaluran KUR
Suahasil juga memaparkan realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tanggal 18 November 2025 mencapai Rp 41,3 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 58,2 persen dari total alokasi APBN yang sebesar Rp 71 triliun. Program itu telah menjangkau 41,9 juta penerima manfaat dan dilaksanakan di 15.369 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Berarti untuk November dan Desember, ini masih ada alokasi Rp 30 triliun yang bisa dipakai oleh Makan Bergizi Gratis, dan tentu alokasi kita sesuaikan karena target Bapak Presiden adalah 82,9 juta,” jelas Suahasil.
Selanjutnya, Suahasil melaporkan realisasi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 20,3 triliun atau 53,1 persen dari pagu Rp 38,28 triliun per 31 Oktober 2025. Subsidi ini digunakan untuk membayar tagihan bunga selama tahun berjalan dan tidak termasuk carry over.
Sementara itu, penyaluran KUR telah menembus Rp 228,1 triliun, setara 79,7 persen dari pagu Rp 286 triliun pada 2025. Total debitur KUR tercatat sebanyak 3,9 juta orang, dengan komposisi terbesar berasal dari sektor perdagangan.
“Artinya, untuk tahun 2025 untuk bulan November dan Desember masih ada pagu kredit KUR yang bisa diakses oleh masyarakat totalnya 53 triliun lagi masih belum terealisasi,” ungkap Suahasil.
Secara geografis, distribusi debitur KUR tersebar di seluruh Indonesia. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan penerima terbanyak yaitu 2,09 juta debitur.
Di sisi lain, penyaluran perumahan bersubsidi (FLPP) telah mencapai 172,1 ribu unit atau 72 persen dari target 240 ribu unit. Angka itu meningkat 8,5 persen dari realisasi tahun sebelumnya.
