Pemerintah Bidik 12 Juta Lapangan Pekerjaan dari Program KUR
28 Oktober 2025 12:37 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pemerintah Bidik 12 Juta Lapangan Pekerjaan dari Program KUR
Pemerintah akan terus meningkatkan akses lapangan pekerjaan terhadap berbagai kebijakan pembiayaan pada tahun 2025.kumparanBISNIS

Pemerintah akan terus meningkatkan akses lapangan pekerjaan terhadap berbagai kebijakan pembiayaan pada tahun 2025.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyatakan total platform pembiayaan yang disiapkan mencapai sekitar Rp 300 triliun, mencakup sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit alat produksi pertanian, kredit untuk industri padat karya, serta kredit program perumahan.
βIni kita harapkan bisa meningkatkan layanan kebijakan, kemudian juga bisa mendorong pertumbuhan maupun penciptaan lapangan kerja,β kata Ferry dalam gelaran Sarasehan 100 Ekonom INDEF di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).
Ferry menyebut, berdasarkan hasil penelitian Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), setiap satu debitur KUR rata-rata mampu menyerap sekitar tiga tenaga kerja, dengan jumlah debitur KUR yang mencapai sekitar empat juta per tahun.
βJadi dengan demikian kita harapkan ada 12 juta serapan tenaga kerja yang bisa kita lakukan,β kata Ferry.
Selain itu, Ferry menyatakan pemerintah akan terus berupaya mendukung sektor industri padat karya melalui berbagai instrumen. βBeberapa kebijakan kita lakukan, baik di fiskal, kemudian juga skema pemilihan, kemudian regulasi investasi maupun kebijakan perdagangan internasional,β lanjutnya.
Sebelumnya, Pemerintah meluncurkan tiga program baru terkait penyaluran KUR. Program baru tersebut meliputi KUR Tebu Rakyat, KUR perumahan, sampai KUR untuk pekerja migran.
Untuk KUR Tebu Rakyat, Menko Perekonomian Airlangga menjelaskan dalam skema KUR baru petani tebu bisa mendapat plafon hingga Rp 500 juta dan bisa diberikan kepada individu maupun kelompok. Nantinya KUR tersebut dapat digunakan untuk revitalisasi penanaman atau replanting tebu.
Sementara untuk KUR perumahan, Airlangga menjelaskan plafon yang diberikan hingga mencapai Rp 5 miliar untuk kontraktor atau pengembang yang masuk kriteria UMKM.
Kemudian untuk KUR tenaga kerja migran, akses KUR juga dibuka tanpa jaminan dengan plafon sebesar Rp 100 juta. "Itu bisa digunakan untuk memproses mereka pergi ataupun juga untuk pelatihan," kata Airlangga di kantornya, dikutip Selasa (28/10).
