Pendiri Wings Group Wafat di Usia 102 Tahun, Begini Perjalanan Bisnisnya

13 September 2025 11:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendiri Wings Group Wafat di Usia 102 Tahun, Begini Perjalanan Bisnisnya
Pendiri Wings Group, Joseph Harjo Sutanto, wafat di usia 102 tahun. Sosok di balik sabun Wings ini dikenal sebagai pengusaha sukses dan visioner.
kumparanBISNIS
Joseph Harjo Sutanto. Foto: Dok. WINGS Group
zoom-in-whitePerbesar
Joseph Harjo Sutanto. Foto: Dok. WINGS Group
Kabar duka menyelimuti dunia bisnis Indonesia. Joseph Harjo Sutanto, sosok di balik kesuksesan Wings Group, meninggal dunia pada usia 102 tahun, Rabu (10/9).
Joseph Harjo Sutanto, yang juga dikenal dengan nama Tan Siek Miauw, merupakan tokoh penting di balik berkembangnya Wings Group, perusahaan produsen berbagai kebutuhan rumah tangga, perawatan kain, perawatan diri, makanan, dan minuman di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes tahun 2020, kekayaan Harjo tercatat mencapai USD 530 juta atau sekitar Rp 8,67 triliun (kurs Rp 16.375). Angka tersebut menempatkannya di urutan ke-48 orang terkaya di Indonesia.
Perjalanan Membangun Wings Group
Melansir dari laman wingscorp.com, perjalanan Wings Group dimulai pada tahun 1948 bersama rekannya, Johanes F. Katuari. Mereka mendirikan pabrik sabun rumah tangga di Surabaya dengan nama Fa. Thong Fat yang berarti sukses dan sejahtera bersama.
Produk pertama Fa. Thong Fat adalah Sabun Wings, sabun batangan yang diproduksi di pabrik di Jl. Kalisosok Kidul No. 2, Surabaya, oleh enam karyawan. Awalnya produk ini dipasarkan secara sederhana menggunakan sepeda dengan sistem door to door, dititipkan di toko kecil dan pasar, serta dijual oleh pedagang keliling.
Nama Wings semakin dikenal setelah pada 1971 meluncurkan deterjen krim bermerek Ekonomi yang mendapat sambutan hangat dari pasar. Momentum ini dimanfaatkan Harjo untuk memperluas pemasaran secara modern, didukung armada sendiri, jaringan distribusi, serta promosi melalui iklan dan pameran.
Pada 1974, Wings Group mulai merambah Jakarta dengan membuka kantor pemasaran di Jl. Cempaka Putih. Kantor tersebut dipimpin Teddy Jeffrey Katuari dengan tim kecil beranggotakan tiga karyawan dan satu mobil distribusi. Dua tahun kemudian, perusahaan mendirikan PT Sayap Mas Utama yang memproduksi pasta sabun beserta wadah plastiknya.
Memasuki era 1980-an, Wings Group semakin agresif berekspansi dengan mendirikan pabrik-pabrik baru dan pusat distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
Bisnis Diteruskan ke Generasi Berikutnya
Kemampuan bisnis Joseph Harjo Sutanto dan Johanes Katuari diteruskan oleh anak-anak mereka. Setelah Johanes wafat pada 2004, putranya, Eddy Katuari, mengambil alih perusahaan pembuat peralatan rumah tangga Wings.
Sementara itu, putri Harjo, Fifi Sutanto, mengelola Ecogreen, anak usaha Wings di bidang oleokimia, dan putranya, Hanny Sutanto, menjalin kerja sama dengan Grup Djarum dalam bisnis perkebunan tebu.
Kini, Wings Group tidak hanya menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, tetapi juga memegang lisensi waralaba untuk pengecer Jepang FamilyMart. Perusahaan juga memperluas portofolio produknya lewat usaha patungan dengan Lion Japan, Glico Japan, dan Calbee Japan.
Trending Now