Penuhi Pasokan, Pemprov DKI Datangkan 1,4 Ton Cabai dari Aceh

22 Desember 2025 14:31 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penuhi Pasokan, Pemprov DKI Datangkan 1,4 Ton Cabai dari Aceh
Pemprov DKI Jakarta mendatangkan 1,4 ton cabai dari Aceh. Kebutuhan cabai di Jakarta mencapai 120 ton.
kumparanBISNIS
Cabai yang dijual oleh pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cabai yang dijual oleh pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pemprov DKI Jakarta mulai mengambil pasokan cabai dari Aceh untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jakarta. Kebijakan itu sekaligus membantu penyerapan hasil panen petani di Aceh yang saat ini tengah menghadapi dampak bencana.
โ€œNah, yang menarik artinya hari ini, sebetulnya bukan hari ini ya, kita sudah memulai hari Jumat kemarin, kita mengambil cabai-cabai yang dari Aceh,โ€ kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat meninjau Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Senin (22/12).
Rano menyebut pengambilan cabai dari Aceh dilakukan sebagai langkah strategis jangka panjang, termasuk membuka peluang kerja sama melalui skema contract farming.
Rano menegaskan distribusi cabai dari Aceh juga disambut baik oleh masyarakat Jakarta. Ia menyebut jumlah cabai yang diambil dari daerah itu mencapai 1,4 ton. Distribusi cabai murah dari Aceh itu tersedia di seluruh gerai Pasar Jaya di Jakarta.
โ€œYang berbahagia bahwa kita bisa mendistribusikan cabai-cabai yang memang dari Aceh yang datang ke Jakarta. Dan Alhamdulillah ternyata banyak sekali orang yang beli. Kualitasnya cukup baik, sangat baik ya. Kemudian masalah cabai. Dari Aceh kita ambil 1,4 ton,โ€ ungkap Rano.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Rano mengungkapkan kebutuhan cabai di Jakarta sangat besar. Sehingga potensi kerja sama dengan daerah penghasil seperti Aceh dinilai sangat menjanjikan.
โ€œJadi bayangkan teman-teman, kebutuhan cabai Jakarta setiap hari 120 ton. Luar biasa potensinya,โ€ ungkap Rano.
Selain memastikan pasokan, Pemprov DKI juga menaruh perhatian pada kualitas dan keamanan pangan yang masuk ke Jakarta. Ia menegaskan pengawasan tersebut dilakukan bersama seluruh institusi pasar yang telah dilengkapi fasilitas pendukung.
โ€œUntungnya semua yang namanya institusi pasar di sini bergerak, ada lab segala macam kan. Artinya itu menjadi tanggung jawab kita bersama,โ€ ujar Rano.
Sementara itu, Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan langkah membeli cabai dari Aceh itu melibatkan petani Aceh melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian.
Dari sisi harga, cabai asal Aceh dijual di bawah harga pasar. Sehingga masuk dalam kategori pangan murah bagi warga Jakarta.
โ€œHarganya kita tetap di bawah harga pasar, yang kita lakukan ini. Ini sekarang sebagai contoh kita jual sekitar Rp 40 ribu per kilo. Tapi di harga pasaran Rp 50 ribu lebih, Rp 60 ribu-an,โ€ tutur Agus.
***
Reporter: Nasywa Permana
Trending Now