Perbanas Proyeksi Kredit Tumbuh di Kisaran 9-11 Persen pada 2026

10 Desember 2025 15:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbanas Proyeksi Kredit Tumbuh di Kisaran 9-11 Persen pada 2026
Perbanas memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2026 akan berada di kisaran 9-11 persen.
kumparanBISNIS
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Maciej Matlak/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Maciej Matlak/Shutterstock
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2026 akan berada di kisaran 9 persen hingga 11 persen.
Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, mengatakan prospek ekonomi 2026 diperkirakan lebih positif sehingga ruang pertumbuhan kredit semakin terbuka.
"Tentunya kalau pertumbuhan ekonomi lebih baik, salah satu parameternya adalah juga kredit perbankan tumbuh. Kita melihat kredit perbankan mungkin tumbuh lebih baik dibandingkan 2025 tapi kelihatannya antara angkanya berkisar antara 9 sampai 11 persen gitu ya," kata Hery dalam konferensi pers CEO Forum Economic Outlook 2026 di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (10/12).
Hery menilai permodalan perbankan saat ini cukup kuat sehingga bisa menopang ekspansi kredit ke depan. Katanya, kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, termasuk pembiayaan APBN, diharapkan mampu menggerakkan lagi sektor riil.
"Kalau sektor riil bergerak ya, kemudian kredit perbankan juga akan ikut mendukung hal itu," ujarnya.
Economist Perbanas, Enrico Tanuwidjaja, mewanti kondisi global masih diliputi ketidakpastian yang meningkat tajam dibanding berbagai episode krisis sebelumnya.
"Kalau kita bandingkan dengan beberapa episode krisis, seperti contohnya Brexit, lalu trade tension, bahkan Covid ya, kita sudah jauh melebihi," tutur Enrico dalam kesempatan yang sama.
Enrico menyebut ada tiga sumber utama ketidakpastian, yakni meningkatnya tensi geopolitik di berbagai kawasan, kebijakan tarif resiprokal AS di bawah Donald Trump yang bersifat transaksional, dan melambatnya perdagangan global.
"Ini benar-benar mengguncang perdagangan dunia, sehingga pertumbuhan ekonomi global itu dirasa akan merosot," katanya.
Konferensi pers CEO Forum Economic Outlook 2026 di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Enrico memperkirakan kenaikan ketidakpastian bakal menekan ekspor tahun depan, sementara hubungan AS-China berpotensi memicu volatilitas pasar. Meski demikian, dia menilai penguatan ekonomi domestik harus menjadi fokus.
"Kita harus banyak melihat policy baik sinergi pemerintah dan juga perbankan agar boleh lebih menggeliatkan ekonomi berbasis domestik," ujarnya.
Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi dan Perbankan Perbanas, Aviliani, menilai proyeksi pertumbuhan kredit sekitar 9 persen masih realistis. Namun, dia mengingatkan permintaan kredit sangat dipengaruhi pendapatan masyarakat dan dunia usaha.
Aviliani menyoroti pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sejak 2022 cenderung berada di bawah pertumbuhan kredit.
"Jadi ini memang perbankan ke depan ini perlu berbagai kebijakan-kebijakan agar memang likuiditas tetap terjaga," kata Aviliani.
Bank Indonesia (BI) sebelumnya memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 persen. Sedangkan, OJK mencatat intermediasi perbankan diklaim stabil pada September 2025, dengan pertumbuhan kredit mencapai 7,70 persen (yoy), meningkat dari 7,56 persen pada Agustus, dengan nilai mencapai Rp 8.162,8 triliun.
Trending Now