Pertamina Bakal Tambah Pasokan Pertalite 1,4 Juta KL, Ada Impor dari AS

26 November 2025 17:41 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina Bakal Tambah Pasokan Pertalite 1,4 Juta KL, Ada Impor dari AS
Penambahan impor BBM Pertalite ini untuk penuhi kebutuhan selama Nataru.
kumparanBISNIS
Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi
PT Pertamina (Persero) akan menambah pengadaan BBM Pertalite untuk meningkatkan ketahanan pasokan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sebesar 1,4 juta kiloliter (KL).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan selama ini kapasitas produksi di dalam negeri tidak sejalan dengan kebutuhan, sehingga butuh tambahan impor.
Roberth tidak menjelaskan dengan rinci berapa banyak impor yang dibutuhkan untuk penambahan stok Pertalite. Hanya saja, dia memastikan pengadaan impor tidak berpengaruh pada neraca dagang, sebab realisasi konsumsi Pertalite hingga saat ini masih sekitar 1-5 persen di bawah kuota.
"Memang secara konsumsi BBM di Indonesia dengan kapasitas produksi kan memang tidak dalam satu garis yang seimbang, sehingga pasti itu dilakukan impor untuk pemenuhannya. Untuk terkait dengan impornya, ini nanti akan dilakukan itu secara bertahap tentunya," jelasnya saat konferensi pers, Rabu (26/11).
Roberth juga memastikan penambahan stok Pertalite yang dipenuhi dari impor ini melalui proses pengadaan BBM yang sama seperti biasanya, dan sudah sesuai spesifikasi Kementerian ESDM.
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri cek kualitas BBM di SPBU. Foto: Dok. Pertamina
Adapun penambahan stok Pertalite ini dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pasokan berada di 21 hari operasi selama periode liburan Nataru, sementara saat ini baru di kisaran 17 hari.
"Kami masih melakukan negosiasi dan perencanaan untuk kemudian melaksanakan kegiatan impor dalam mengenai kebutuhan itu. Nah untuk berapa-berapanya tentunya pasti ini nanti akan di-update pada saat kemudian negosiasi itu sudah berjalan," tegas Roberth.

Impor dari AS

Pada umumnya, kata dia, Pertamina Patra Niaga melakukan negosiasi impor BBM berdasarkan business to business (B2B) untuk kebutuhan sepanjang tahun ini.
Asal negara importasi BBM Pertamina ada berbagai macam. Salah satunya Amerika Serikat (AS) berdasarkan kebijakan pemerintah, dengan porsi impor sekitar 40 persen.
"Pasar impor kita kan berdasarkan kebijakan pemerintah sudah ada untuk menyerap yang dari AS. Di luar itu juga kalau AS kan setara 40 persen seperti kebijakan pemerintah, selebihnya itu juga dilakukan dengan supplier-supplier penyedia yang ada di lokasi lain," ungkap Roberth.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan perusahaan masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penugasan importasi migas dari AS, seiring dengan negosiasi tarif impor resiprokal.
"Kami juga tetap menunggu arahan dari pemerintah terkait dengan penugasan ini, kami perlu adanya dasar yang kuat dan kehati-hatian dalam pelaksanaan dan juga tujuan utamanya tentunya ini untuk mengamankan distribusi energi kepada masyarakat," tuturnya.
Trending Now