Pertamina Buka Peluang Ekspor Bioavtur Minyak Jelantah ke Singapura dan Swiss
3 Oktober 2025 15:41 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pertamina Buka Peluang Ekspor Bioavtur Minyak Jelantah ke Singapura dan Swiss
Pertamina sedang menjajaki peluang ekspor bioavtur minyak jelantah.kumparanBISNIS

PT Pertamina (Persero) membuka peluang untuk eksporSustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dari minyak jelantah. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menilai peluang untuk mengeksplorasi pengembangan SAF kini cukup besar. Sehingga terdapat kemungkinan kerja sama dan ekspor.
βTentunya akan ada standar yang diterapkan untuk bahan bakar penerbangan internasional, terutama itu nanti akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Swiss atau yang dekat juga Singapura misalkan ini kita ingin jajaki nantinya,β kata Agung saat ditemui di sela acara Switzerland Global Conference di Jakarta Selatan, Jumat (3/10).
Agung mengatakan Pertamina membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah, seperti melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
βKami harap tentunya melalui peran (pemerintah) bisa dikoordinasikan kebijakan yang membuat SAF dari Indonesia ini bisa menjadi hub di Asia Tenggara,β ujar Agung.
Agung menuturkan Pertamina sebelumnya telah berbicara dengan Singapura terkait kerja sama SAF dan pembahasannya masih akan dilanjutkan. Sementara itu, Virgin Airlines dari Australia sebelumnya juga pernah menggunakan produk SAF dari Indonesia pada 2024.
βJadi di regional ini kita tentu banyak peluang yang di Australia maupun di Asia seperti Singapura,β tutur Agung.
Sebelumnya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mulai uji coba produksi SAF. Bahan bakar itu diproduksi untuk uji coba setelah penggantian katalis pada unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Kilang Cilacap.
"Sebelum tahapan produksi ini, Kilang Cilacap telah melakukan penggantian katalis. Katalis ini merupakan salah satu inovasi yang sangat penting dalam produksi Pertamina SAF dengan bahan baku minyak jelantah," kata Direktur Operasi KPI, Didik Bahagia melalui keterangan resmi.
Katalis ini berfungsi untuk mendukung proses produksi Pertamina SAF dan dikenal dengan nama Katalis Merah Putih. Setelah produk dihasilkan di kilang, produk akan diuji baik di laboratorium milik KPI atau di Lemigas.
