Pertamina Kantongi Laba Rp 34,16 Triliun per Kuartal III 2025

26 November 2025 14:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina Kantongi Laba Rp 34,16 Triliun per Kuartal III 2025
Laba tersebut dikantongi Pertamina di tengah tekanan eksternal. Pendapatan USD 53,38 miliar dan EBITDA USD 8,20 miliar.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Pertamina. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pertamina. Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) meraup laba USD 2,05 miliar atau setara sekitar Rp 34,16 triliun (kurs Rp 16.664) pada kuartal III 2025. Perusahaan tetap untung di tengah tekanan eksternal sepanjang paruh ketiga tahun ini yang disampaikan Pertamina dalam agenda Earnings Call 3Q25 kepada para investor.
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan September 2025, Pertamina membukukan pendapatan USD 53,38 miliar dan EBITDA USD 8,20 miliar, didorong oleh ketahanan operasional di seluruh lini bisnis. Program cost optimization juga memberi kontribusi signifikan, mencatat efisiensi dan tambahan pendapatan senilai USD 624 juta.
“Hingga Q3 2025, Pertamina masih mampu membukukan pendapatan yang solid dengan laba positif mencapai USD 2,05 miliar,” ujar Emma dalam keterangannya, Rabu (26/11).
Menurutnya kinerja keuangan yang kuat menjaga arus kas dan profil permodalan tetap sehat. Rasio kredit Pertamina terus berada pada level investment grade dengan outlook stable dari Moody’s, S&P, dan Fitch. Emma menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil penguatan tata kelola, disiplin investasi, serta pengawasan para pemegang saham termasuk Danantara.
“Kolaborasi dengan pemegang saham memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pengelolaan modal Pertamina,” jelasnya.

Kompensasi BBM Mulai Cair Rutin Setiap Bulan

Pekerja mengontrol operasional di unit Gas oil Hydrotreater di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto
Dukungan pemerintah turut memperkuat likuiditas melalui percepatan pembayaran kompensasi selisih harga BBM. Seluruh kompensasi tahun 2024 telah dilunasi hingga Juni 2025, sementara kompensasi 2025 sudah mulai dibayarkan.
Pada Oktober 2025, Pertamina menerima pembayaran kompensasi untuk kuartal I 2025. Hal ini didorong penerbitan PMK No. 73/2025, yang memungkinkan pembayaran dilakukan setiap bulan dan memberi fleksibilitas valuta asing.
“Kebijakan ini akan memperkuat likuiditas kami ke depan,” kata Emma.

Transformasi Bisnis Hilir dan Peningkatan Tata Kelola

Dalam forum yang sama, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyampaikan perkembangan integrasi bisnis hilir. Integrasi Subholding Commercial & Trading, Refinery & Petrochemical, serta Integrated Marine Logistics diharapkan meningkatkan efisiensi end-to-end, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing.
“Seluruh tahapan masih menunggu persetujuan pemangku kepentingan. Proses berjalan hati-hati dan sesuai prinsip tata kelola,” kata Agung.
Pertamina juga memperkuat implementasi ESG. Berdasarkan data Sustainalytics terbaru, Pertamina menempati peringkat 1 sub-industri Integrated Oil & Gas dengan skor 23,5, termasuk kategori medium risk.

Diikuti Lebih dari 100 Investor Global

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menuturkan Earnings Call dihadiri lebih dari 100 investor global dari Eropa, Asia, Amerika Serikat, dan domestik. Forum tersebut turut menghadirkan SVP Treasury & Strategic Financing Bagus Agung Rahadiansyah serta SVP Strategy & Investment Henricus Herwin.
Earnings Call merupakan wujud keterbukaan Pertamina kepada investor yang terus mendukung pengembangan perusahaan,” ujar Baron.
Pertamina menegaskan komitmennya sebagai pemimpin transisi energi nasional, mendukung target Net Zero Emission 2060 dan berbagai inisiatif ESG yang selaras dengan pencapaian SDGs.
Trending Now