PGE Raup Laba Rp 1,73 Triliun per Kuartal III 2025

29 Oktober 2025 14:03 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PGE Raup Laba Rp 1,73 Triliun per Kuartal III 2025
Meski pendapatan Pertamina Geothermal Energy (PGE) atau PGEO naik 4,2 persen, tapi labanya turun 22,1 persen per kuartal III 2025.
kumparanBISNIS
PLTP Lumut Balai Unit 2 PT PGE. Foto: Dok. PGE
zoom-in-whitePerbesar
PLTP Lumut Balai Unit 2 PT PGE. Foto: Dok. PGE
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) atau PGEO membukukan laba bersih USD 104,26 juta pada kuartal III 2025 atau setara Rp 1,73 triliun (kurs Rp 16.624 per USD). Angka ini turun 22,1 persen dari kuartal III tahun 2024 senilai USD 133,9 juta.
Meski laba turun, pendapatan perusahaan naik. PGEO meraup pendapatan USD 318,86 juta atau setara dengan Rp 5,3 triliun per kuartal III 2025. Angka tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar USD 314,30 juta dan naik 4,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 306,02 juta.
Sementara EBITDA USD 248,97 juta dan total aset, USD 2,96 miliar kas dan setara kas USD 628,12 juta. Total aset lancar juga mengalami kenaikan menjadi USD 831,78 juta dari USD 828,56 juta posisi per 31 Desember 2024.
Pendorong kinerja PGE sepanjang Januari-September tersebut adalah beroperasinya Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW) sejak Juni lalu.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengatakan capaian kinerja ini dinilai membuat PGE selangkah lebih dekat menuju target 1 GW kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri dalam 2-3 tahun ke depan.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam media briefing PGEO, di kawasan Cikini, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
β€œOleh karena itu, kami terus menatap ke depan untuk mewujudkan target 1,8 GW pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” ujar Julfi dalam keterangannya, Rabu (29/10).
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. Selain proyek Lumut Balai Unit 2, PGE tengah menggarap pengembangan proyek Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 110 MW, proyek-proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW, serta kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Juni lalu.
Julfi menegaskan PGE memiliki komitmen kuat memberikan manfaat bagi masyarakat lewat energi panas bumi yang bersih dan berkelanjutan.
β€œIni yang menjadi landasan kami dalam mengimplementasikan strategi beyond electricity dengan mengembangkan peluang bisnis panas bumi di luar kelistrikan (off-grid),” imbuhnya.
PGE juga tengah membangun fondasi bagi terbentuknya ekosistem green hydrogen di Indonesia. Pada September lalu, perseroan meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu. Pengembangan ke depan juga mencakup hilirisasi green ammonia dan green methanol sebagai bagian dari solusi energi rendah emisi di masa depan.
Trending Now